Plt Wali Kota Cilegon Jadi Kernet Bus TCM

CILEGON, (KB).- Pemandangan tidak biasa terjadi ketika Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon meresmikan operasional Bus Trans Cilegon Mandiri (TCM), di Terminal Seruni, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (7/2/2019).

Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi bersama para pejabat di lingkungan Pemkot Cilegon, mencoba operasional bus setelah seremoni operasional di Terminal Seruni berlangsung.

Dalam perjalanan, Edi sambil berdiri berkelakar menirukan gaya seorang kernet bus. “Yak ibu-ibu bapak-bapak, Seruni-Ciwandan Seruni-Ciwandan,” katanya.

Di saat yang sama, disamping Edi duduk Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Abadiyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Heni Anita Susila, serta Camat Jombang Agus Ariyadi.

Edi menyodorkan telapak tangan kanan ke arah ketiga pejabat itu, layaknya seorang kernet meminta ongkos kepada penumpang. “Wah, kita bayar ongkos nih,” ujar Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila.

Sambil terkaget-kaget, baik Abadiyah, Heni, maupun Camat Agus, dengan terburu-buru merogoh kantong celana. Namun Abadiyah lebih cepat melayangkan tangannya ke telapak tangan Edi, seolah-olah baru saja membayar ongkos bus.

Kejadian ini direspons gelak tawa para pejabat lain yang ikut serta dalam bus tersebut. Diantaranya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon Herry Mardiana, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Buchori, Camat Cibeber Noviyogi Hermawan, Camat Cilegon Zainal Musadad, serta sejumlah lurah dan staf di beberapa OPD lingkungan Pemkot Cilegon.

Kepada wartawan, Edi mengatakan jika bus hasil program Sarana Angkutan Umum Masal (Saum) tersebut terbilang enak ditumpangi. Ia berharap agar bus yang saat ini masih berplat merah segera berganti menjadi plat kuning.

“Selama berplat merah, bus ini belum bisa memungut ongkos kepada penumpang. Saya harap bisa segera berplat kuning. Nanti saya terbitkan perwal lah, biar bisa segera berkontribusi untuk PAD,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, trayek Bus TCM masih seputar Koridor I (Seruni РCiwandan). Ia membenarkan jika pihaknya belum bisa memungut ongkos kepada penumpang.

“Aturannya kan begitu, plat merah tidak bisa menarik ongkos penumpang. Makanya kami sedang melakukan kajian tentang pembentukan UPT atau BUMD. Jika itu sudah terbentuk, barulah plat bus bisa diubah menjadi kuning. Paling cepat pembentukan UPT melalui perwal,” ungkapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here