Plt Kadis PMPTSP Kota Cilegon Diganti

CILEGON, (KB).- Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi mengganti Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon. Sebelumnya, Plt Wali Kota Cilegon menunjuk Sidik sebagai Plt DPMPTSP. Namun, penunjukan Sidik sebagai plt dinilai menyalahi aturan. Akhirnya, Plt Wali Kota Cilegon mengangkat Dana Sujaksani untuk menggantikan Sidik. Saat ini, Dana menjabat sebagai Asda III Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon,

Edi Ariadi membenarkan adanya perubahan penunjukan Plt DPMPTSP. “Iya, pak Sidik yang menjadi plt. Diganti lagi, karena tidak sesuai dengan aturan. Adapun penggantinya Asda III, Dana Sujaksani,” katanya saat dikonfirmasi di ruang kerja, Jumat (6/10/2017). Menurut dia, dalam penunjukan Sidik sebagai plt, ada aturan yang salah, yakni mengenai kepangkatan dan golongan, mengingat setingkat kadis harus eselon II, sedangkan Sidik masih eselon III.

Ia menilai, penunjukan Dana Sujaksani sebagai Plt DPMPTSP sudah tepat, sehingga diharapkan dapat melayani masyarakat secara maksimal. “Sudah dibahas, bisa saja efektif mulai Senin (9/10/2017), selain penunjukan pak Asda III sebagai Plt Kadis PMPTSP, saya juga mengharapkan, seluruh staf eselon II, III, dan seluruh staf Pemkot Cilegon melaksanakan tugas sebagaimana mestinya dalam rangka pelayanan langsung terhadap masyarakat,” ujarnya.

Untuk program kegiatan yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), ucap dia, akan jalan terus, namun program yang di luar APBD, dia akan konsultasi dengan pihak Kemendagri. Bahkan untuk memantau semua kegiatan yang dikerjakan organisasi perangkat daerah (OPD), pihaknya selalu mengedepankan komunikasi. Apalagi menyangkut anggaran, mengingat saat ini memasuki di anggaran perubahan.

“Sejumlah program yang berkaitan dengan anggaran APBD berjalan terus, seperti Jalan Lingkar Utara (JLU), pembuatan alun-alun, sport center, dan infrastruktur jalan terus. Namun, di luar program yang bermitra kerja dengan berbagai pihak, kami harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Kemendagri,” tuturnya.

Sementara itu, Asda III, Dana Sujaksani seusai Salat Jumat di Masjid Nurul Iman menuturkan, belum tahu menjadi plt. Pihak Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu tersebut. Bahkan, sampai sekarang SK-nya juga belum ada. “Kalau dengar kabar iya, tapi legalitasnya belum, karena saya belum memegang SK, mungkin minggu depan, karena ini waktunya sempit. Tunggu saja resminya nanti, jangan berandai-andai. Saya kira sebagai abdi negara harus siap kalau memang jabatan itu diamanatkan ke saya,” katanya.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus suap, salah satunya Kepala DPMPTSP Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira. Suap tersebut terkait perizinan kawasan industri di Kota Cilegon. (HS)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here