Rabu, 17 Januari 2018

PKS Targetkan 12 Persen Suara di Pileg 2019

SERANG, (KB).- DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten menghimpun sebanyak 450 nama untuk menjadi calon anggota DPRD kabupaten/kota se-Banten, DPRD Provinsi Banten, dan DPR RI pada Pemilihan legilatif (pileg) 2019. Di antara nama-nama tersebut juga terdapat nama mantan Bupati Pandeglang, Achmad Dimyati Natakusumah, dan mantan Kepala Bidang (Kabid) Budaya, Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Banten, Yemmelia.

Baik Dimyati maupun Yemmelia pada Pilgub Banten 2017 sempat mendaftar sebagai bakal calon dari unsur perseorangan. Namun langkah keduanya tak lanjut karena sebelum ada penetapan calon Dimyati mengundurkan diri dari pencalonan. Dalam daftar bakal calon anggota legislatif dari PKS, Dimyati dicalonkan sebagai bakal calon Anggota DPR RI Dapil I Pandeglang Lebak. Dimyati dipasang bersama kader PKS antara lain Ahmad Syadeli Karim (Anggota DPD), Sanuji Pentamarta dan Syaukatudin (Anggota DPRD Banten).

Sedangkan Yemmelia dicalonkan sebagai bakal calon anggota DPR RI Dapil II yang meliputi Kota/Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Yemmelia dipasang bersama dengan kader PKS yang sudah kesohor seperti Jazuli Juwaini (Anggota DPR), Ei Nurul Khotimah (mantan Wakil Ketua DPRD Banten), dan Eman Sukirman (adik mantan Mentan Anton Apriantono). Untuk kursi DPRD Banten, PKS tetap memasang muka-muka lama seperti Miftahuddin (Ketua Umum DPW PKS Banten), M. Najib Hamas, Bonni Mufidjar, dan Budi Prajogo. Sedangkan Sekretaris Umum DPW PKS Banten Gembong R Sumedi dicalonkan ke DPRD Provinsi Banten dari Dapil Kabupaten Serang.

Ketua DPW PKS Provinsi Banten, Miftahuddin mengatakan, jumlah tersebut khusus yang daftar ke DPW PKS Banten beserta DPD PKS kabupaten/kota se-Banten. “Ada 450 caleg, DPR RI sampai DPRD kabupaten/kota,” katanya seusai kegiatan peluncuran calon DPR RI, DPRD Provinsi Banten dan DPRD kabupaten/kota dari DPW PKS Provinsi Banten di salah satu hotel di Kota Serang, Sabtu (9/12/2017).
Untuk Pileg 2019 PKS menargetkan perolehan suara hingga 12 persen, atau setara dengan setiap Dapil ada calon dari PKS yang terpilih. “Insya Allah (DPW PKS Banten) mampu mencapai target kemenangan yang ditetapkan DPP, kita targetnya 12 persen. Untuk DPRD Provinsi Banten targetnya 12 kursi,” ucapnya.

Ia memastikan nama-nama calon tersebut akan maju dalam Pileg 2019, kecuali ada suatu halangan yang membuat nama-nama tersebut harus mundur dari pencalonan. “Misalnya ada kekurangan administrasi,” tuturnya.  PKS memang menjadi partai pertama yang melaunching nama anggota DPR. Itu dilakukan agar mereka mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. “Sengaja dilakukan sedini mungkin,” katanya.

Di antara nama tersebut juga terdapat calon dari kalangan muda, usianya dari 20 sampai 30 tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan ruang aspirasi kepada anak muda. “Memang kita juga targetnya setiap dapil itu harus ada caleg muda,” katanya.  Ia berharap, nama-nama yang sudah terdaftar di DPW PKS Banten mulai menyosialisasikan diri kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengenal secara jelas latar belakang berikut visi misi mereka. “Untuk pemenangan PKS 2019,” katanya. Miptah mengatakan, soliditas kader dan kerja dengan sistem menjadi modal besar PKS dalam mengejar target 12 persen. “PKS optimistis bisa memenuhi target tersebut karena kesiapan kader dan mesin partaipun sudah siap bekerja,” ujar Miptahudin.

Anggota Komisi IV DPRD Banten ini menegaskan, PKS akan menjadi partai Islam yang konsen sebagai partai yang dekat dengan masyarakat. “Tagline Berkhidmat untuk Rakyat sudah bekerja dan mendapat respons positif dari publik. Ini menjadi modal PKS juga karena kepercayaan publik jadi energi bagi PKS,” ucap Miptah. Miptah mengatakan, untuk mengejar target 12 persen struktur PKS mulai dari DPW, DPD, DPC sampai ranting harus bekerja dengan semangat pengabdian. “Semangat pengabdian inilah yang selama ini membuat PKS tetap mendapat kepercayaan. Semangat pengabdian ini pula yang menjadi ruh PKS dan dipahami para kader PKS,” tutur mantan Dekan Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Koordinator Wilayah Daerah Banten Jabar Tate Komarudin ini mengatakan, launching caleg yang pertama dibanding partai yang lain. Menurut dia, hal itu menunjukkan PKS menjadi partai yang siap dalam menyongsong Pemilu 2019. “Dalam pemilu kali ini merupakan pertaruhan PKS karena antara Pemilu Legislatif dan Presiden dibarengkan,” ujarnya. Wakil Sekretaris DPP PKSAbdul Hakim mengingatkan, amanat Munas secara nasional, PKS menjadi partai papan atas di atas 10%. “Kami berharap Banten menjadi pendulang suara karena menjadi daerah penyangga ibu kota negara,” katanya.

Kabid Humas DPW PKS Banten Yoga Utama mengatakan, komposisi bacaleg PKS untuk Pileg 2019 punya warna lain karena dimasukkan pula caleg dari generasi millennial yakni umur 20-30 tahun. “Mereka banyak dipasang pada bacaleg di kabupaten/kota),” tuturnya.  Ia mengatakan, PKS Banten berkomitmen untuk menjadi partai yang bisa optimal memberikan kontribusi bagi bangsa dan Banten pada umumnya. “Sebagai bentuk komitmen PKS kami pun menyiapkan para calon legislatif untuk DPR RI, DPRD Banten dan DPRD kabupaten/kota yang memiliki komitmen untuk meraih suara 12% pada Pemilu 2019,” ujarnya. Sedangkan mengenai masuknya nama Dimyati dalam bacaleg PKS untuk DPR RI, Yoga mengatakan hal itu bagian dari strategi PKS dalam mendongkrak perolehan suara. “Ini dalam rangka target memperoleh 12 persen suara,” katanya.

Penghargaan

Sementara itu, mantan Bupati Pandeglang, Achmad Dimyati Natakusumah membenarkan jika dirinya masuk daftar calon DPR RI dari PKS. Ia ditempatkan di dapil Pandeglang-Lebak. “Betul, tapi masih menunggu penetapan secara resminya. Ini sebuah penghargaan yang sangat tinggi, dan baik dari PKS,” katanya.  Dia mengatakan, selama ini hubungan dirinya dengan PKS sudah terjalin baik.

Pertama PKS mendukung dan mengusung dirinya menjadi Bupati Pandeglang dua periode. Kemudian dalam Pilkada Pandeglang, PKS juga mendukung istrinya, Irna Narulita menjadi Bupati Pandeglang.
“Hubungan emosional sudah terjalin dengan PKS sejak dulu, termasuk dengan elite-elitnya di tingkat pusat maupun daerah. Saya bersyukur bisa diterima di PKS, tapi resminya masih menunggu,” ucapnya. (SN)***


Sekilas Info

Di Pasar Induk Rau, PKL Kembali Padati Bahu Jalan

SERANG, (KB).- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Pasar Induk Rau (PIR) kembali menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *