PKL Minta Izin Jualan di Kawasan Stadion Maulana Yusuf pada Hari Libur

SERANG, (KB).- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Serang menilai, tempat relokasi di Kepandean belum layak ditempati para pedagang kali lima (PKL).

Oleh karena itu, APKLI meminta Pemkot Serang mengizinkan mereka berjualan di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, setidaknya di akhir pekan. Hal tersebut, terungkap saat APKLI audiensi dengan Ketua DPRD Kota Serang Namin, terkait relokasi PKL di Stadion Maulana Yusuf (MY), Kamis (14/2/2019).

Ketua APKLI Kota Serang Dede Sobari mengatakan, dari hasil audiensi tersebut, telah menghasilkan beberapa kesepahaman dan kesepakatan. Menurut dia, DPRD mendukung, agar pelaksanaan relokasi PKL dari area stadion ke eks Terminal Kepandean ditunda.

“Relokasi PKL dari area stadion ke area eks Terminal Kepandean akan ditunda pelaksanaannya dan menunggu sampai dengan penataan lokasi eks Terminal Kepandean selesai dibangun,” katanya, seusai audiensi.

Ia menuturkan, saat ini eks Terminal Kepandean masih belum layak untuk dijadikan tempat relokasi usaha bagi para pedagang.

“Apalagi sekarang jadi kumuh, tidak ada penataan. Tanah yang sudah dikavling oleh oknum dan tempat prostitusi serta tempat jual minuman keras (miras). Tentu saja saat ini belum layak untuk relokasi PKL,” ujarnya.

Dengan penataan yang belum maksimal dan masih dalam proses, pihak APKLI juga meminta, agar para PKL tersebut, diperbolehkan untuk kembali berjualan hingga pembangunannya selesai. “Paling tidak bisa berjualan di hari Sabtu dan Ahad,” ucapnya.

Pihaknya juga akan segera mengirimkan surat kepada Wali Kota Serang Syafrudin untuk berkenan memberi kesempatan para PKL stadion yang telah ditertibkan, agar bisa kembali berdagang di area stadion di hari libur sambil menunggu selesainya penataan di Kepandean.

Selain itu, DPRD Kota Serang akan menyediakan anggaran secukupnya untuk pembangunan penataan sarana dan prasarana fisik serta fasilitas pendukungnya di area eks Terminal Kepandean.

“Ya, harus dengan restu Wali Kota Serang. Nanti juga akan kami sampaikan suratnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, kawasan stadion harus tetap steril dari PKL. Hal tersebut menanggapi hasil audiensi PKL dengan DPRD.

“Stadion tetap akan kami pergunakan untuk masyarakat berolah raga. Jadi, tidak ada PKL yang datang lagi ke stadion, harus steril dari pedagang,” katanya seusai menghadiri peluncuran layanan panggilan kedaruratan atau call center 112, di Halaman Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Senin (11/2/2019). (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here