Rabu, 23 Mei 2018
Sejumlah pedagang kaki lima berusaha menyelamatkan barang dagangannya saat dilakukan razia oleh Satpol PP di Alun-alun Rangkasbitung, Selasa (14/11/2017).*

PKL Kocar-Kacir Diusir Petugas Satpol PP

LEBAK, (KB).- Belasan pedagang minuman ringan dan makanan yang bisa berjualan di Alun-alun Rangkasbitung rupanya banyak akal dalam menjajakan dagangannya. Saat mengetahui anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak sedang berada di kantornya, Selasa (14/11) pagi, diam- diam belasan pedagang yang biasa menjual minuman ringan dan makanan akhirnya memaksakan diri masuk areal alun-alun yang sudah ditetapkan menjadi daerah terlarang untuk berjualan.

Sayangnya, aksi nekat para pedagang akhirnya diketahui, sehingga pada pukul 09.00, para pedagang kocar-kacir, karena takut barang dagangan mereka disita anggota Satpol PP. Pantauan Kabar Banten disekitar Alun-alun Rangkasbitung, saat beberapa anggota Satpol PP tiba dengan menggunakan mobil patroli, belasan pedagang yang seluruhnya menggunakan gerobak itupun menyelamatkan gerobak dan barang dagangannya menuju Jalan Iko Jatmiko.

Herman, salah seorang warga yang sedang berada di alun-alun mengatakan, jika para pedagang terlihat memaksakan diri masuk areal Alun-alun Rangkasbitung. Padahal, mereka tahu, jika alun-alun sudah ditetapkan menjadi lokasi berjualan disetiap hari kerja. ”Yang saya tahu, para pedagang itu mengetahui jika anggota Satpol PP sedang berada di kantornya, makanya mereka nekat berjualan di alun-alun dengan harapan tidak diketahui Satpol PP,” ujar Herman.

Kedatangan mobil patroli milik Satpol PP diketahui para pedagang, maka saat itupula mereka kocar-kacir menyelamatkan gerobak dan barang dagangannya menuju Jalan Iko Jatmiko. ”Yang saya lihat, tidak ada satupun gerobak dan barang dagangan milik pedagang yang disita, karena saat anggota Satpol PP tiba, para pedagang sudah mengetahui sehingga mereka langsung kabur,” katanya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Dinas Satpol PP Lebak, Didi Kusnadi menegaskan, daerah atau lokasi yang dilarang untuk tempat berjualan, tentu akan selalu menjadi pengawasannya. Meski pihaknya masih berada di kantor, jangan dinilai jika pihaknya tidak mengetahui para pedagang sedang berada di area alun-alun. ”Kami tahu, jika tadi pagi ada belasan pedagang yang membandel masuk ke areal Alun-alun Rangkasbitung. Makanya, setelah kami melakukan pekerjaan yang berada di kantor, langsung melakukan pengusirannya,” kata Didi. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Refleksi Menuju 25 Tahun Al-Qudwah

SEBAGAI bentuk rasa syukur atas pencapaian kuantitatif dan eksistensi, Yayasan Islam Qudwatul Ummah menyelenggarakan kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *