Jumat, 19 Oktober 2018

PKL Banten Lama Dipindah, 500 Kios Belum Layak Huni

SERANG, (KB).- Sebanyak 500 kios yang disiapkan untuk para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Banten Lama, di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, hingga kini kondisinya belum layak huni. Sebab, kios tersebut belum terpasang listrik dan belum teraliri air bersih.

Hal tersebut terungkap saat Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau progres revitalisasi kawasan Banten Lama, Kamis (3/5/2018). Turut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hadi Soeryadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) M Yanuar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babar Suharso, dan Ketua Kenadziran Tubagus Abbas Wase.

Terminal Sukadiri menjadi lokasi pertama yang ditinjau Andika. Lokasi tersebut juga rencananya akan dijadikan tempat sementara bagi sejumlah PKL yang terdampak revitalisasi tahap awal. Namun, Andika meminta OPD terkait mempertimbangkan hal tersebut setelah melihat kondisi Terminal Sukadiri yang kurang representatif.

“Kalau kondisinya begini (lokasi masih tanah dan berdebu), gak akan kondusif kalau kita relokasi (transit) PKL ke sini,” kata Andika.

Kemudian, Andika dan rombongan meninjau kawasan yang sudah berdiri di atasnya deretan kios permanen. Diketahui, kios tersebut dibangun oleh Pemkot Serang. Namun, Andika optimistis revitalisasi kawasan Banten Lama akan sesuai target, baik secara waktu maupun kualitas. Meski begitu, ia tak menampik kondisi Banten Lama masih semrawut.

“Sekarang kan memang baru tahap revitalisasi kawasan inti yang meliputi kawasan Masjid Banten Lama,” ucap Andika.

Menurutnya, progres revitalisasi Banten Lama dari sisi akses jalan sudah baik. “Semuanya dibetonisasi. Itu perkembangan yang paling nyata yang sudah dilakukan Pemprov Banten dalam merevitalisasi kawasan Banten Lama,” tuturnya.

Cari lokasi lain

Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, sedianya sekitar 50-60 PKL dipindah sementara ke area Terminal Sukadiri. Namun, lokasi tersebut tidak layak.

“Sementara, area kerja untuk pembangunan plaza masjid itu sudah harus steril. Jadi harus disiapkan transit untuk pedagang yang berada di area inti itu. Di sisi lain, kios yang 500 itu belum layak huni karena belum ada air dan listrik,” ujar Babar.

Kondisi tersebut akhirnya membuat pemprov mencari lokasi lain. Rencananya, transit akan dipindah ke jalur selatan Surosowan. “Tapi harus seizin Balai Pelestarian Cagar Budaya, karena itu area steril seharusnya tidak boleh. Tapi apa boleh buat, dari pada PKL menyebar enggak jelas kita harus antisipasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, nantinya sekitar 700 PKL di kawasan Banten Lama akan direlokasi ke kios permanen yang dibangun Pemkot Serang tersebut.”Kios itu namanya KPW (kawasan penunjang wisata). Totalnya 1.000 kios. Sekarang baru 500 kios, 500 kios lagi itu Agustus finishing, dipercepat,” ujarnya.

Diketahui, Pemprov Banten akan mengalokasikan anggaran Rp 220 miliar secara bertahap selama tiga tahun untuk merevitalisasi Kawasan Banten Lama. Pada APBD Banten 2018 ini dianggarkan sekitar Rp 100 miliar.

Sebelumnya, Pemkot Serang selaku leading sectorrevitalisasi Banten Lama mengajukan anggaran Rp 280 miliar. Setelah dilakukan penghitungan kembali, Pemprov Banten menyepakati kebutuhan anggaran untuk revitalisasi maksimal Rp 220 miliar.

Pemprov Banten mengambil alih pekerjaan pembangunan revitalisasi yang sebelumnya kewenangan Pemkot Serang. Itu dilakukan sesuai rekomendasi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pihak yang berwenang dengan revitalisasi cagar budaya. (RI)*


Sekilas Info

Pj Wali Kota Serang Fokus Tata Pedagang Kaki Lima

SERANG, (KB).- Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Ade Ariyanto dalam dua bulan ini akan fokus menangani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *