Pj Wali Kota Serang Fokus Tata Pedagang Kaki Lima

SERANG, (KB).- Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Ade Ariyanto dalam dua bulan ini akan fokus menangani persoalan pedagang kaki lima (PKL) di beberapa titik di Kota Serang. PKL yang menggelar dagangannya di lokasi yang tidak seharusnya akan ditertibkan dan direlokasi ke tempat yang disiapkan Pemkot Serang.

“Kemarin Satpol PP juga sudah sempat melakukan penertiban di pusat kota. Insya Allah selama 2 bulan ini kami akan fokus untuk menata PKL yang ada, supaya semuanya lebih baik. Kami akan rapatkan dan terus melakukan koordinasi bersama,” kata Ade Ariyanto, Kamis (18/10/2018).

Ade menjelaskan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan OPD-OPD terkait dalam penataan PKL tersebut. Adapun beberapa titik yang menjadi fokusnya seperti di Pasar Induk Rau, Pasar Lama hingga Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang. Hal tersebut akan diselesaikan agar Kota Serang lebih tertata lebih baik.

“Selain dengan OPD, nanti kami perlu melakukan koordinasi dulu dengan pihak ketiganya. Ini kan tugas bersama-sama agar semuanya terselesaikan,” kata Ade kepada wartawan.

Dia akan meminta Satpol PP Kota Serang untuk merelokasi para PKL ke tempat-tempat yang sudah disediakan. Salah satunya di area Kepandean, Kota Serang yang telah direncanakan sebagai tempat sementara PKL. “Ada Kepandean di situ, nanti bisa ditempatkan dulu sementara disana,” ujar Ade.

Dia menilai saat ini PKL terus berdatangan dan berjualan di sembarang tempat. Seperti di kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri, saat menjelang akhir pekan para PKL sudah mulai memadati kawasan tersebut.

Padahal, kata dia, kawasan tersebut seharusnya digunakan sebagai sarana olah raga, bukan untuk berjualan. Hal tersebut pun dinilai mengubah fungsi stadion. “Jadinya kan banyak yang mau berolah raga sulit karena banyak pedagang. Nanti kami akan meminta Satpol PP untuk bergerak,” katanya.

Selain itu, PKL juga saat ini sudah mulai menumpuk di bahu jalan Pasar Rau. Hal serupa pun terjadi di Pasar Lama, Kota Serang. “Sebagian pedagang mulai berjualan di bahu jalan yang menjadikan jalanan di sekitarnya macet karena jalan semakin menyempit,” ucapnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here