Pj Sekda Pimpin TPHD Banten

Para calon TPHD Banten 2019 saat mendengarkan pengarahan dari Kepala Biro Kesra Banten Irvan Santoso di ruang LPTQ Banten, Selasa (12/2/2019).


SERANG, (KB).- Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita pada musim haji tahun 2019 akan memimpin Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Provinsi Banten. Ino akan dibantu sejumlah koordinator TPHD yakni antara lain Kepala Biro Kesra Irvan Santoso, Presidium FSPP Banten KH Matin Djawahir dan dari Kanwil Kemenag Banten.

“Pada musim haji tahun 2019, Pak Pj Sekda yang akan menjadi koordinator TPHD untuk tingkat Provinsi Banten,” kata Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Banten Irvan Santoso saat memberikan pengarahan kepada Calon TPHD di Ruang Rapat LPTQ Banten, Masjid Raya Albantani, Selasa (12/2/2019). Saat pengarahan Irvan didampingi Kabag Sosial dan Keagamaan Biro Kesra Banten Toton Suriawinata dan Kasubag Agama Subhan.

Irvan mengatakan jumlah kuota TPHD Banten tahun 2019 ini sebanyak 73 orang, dengan yang melalui seleksi sebanyak 39 orang, kemudian perwakilan dari sejumlah kabupaten/kota , unsur Forkominda Banten dan juga dari penugasan dan penunjukan langsung Gubernur Banten.

Ia meminta kepada Calon TPHD agar mempersiapkan diri secara baik, terutama kesiapan sebagai petugas haji yakni yang paling utama melayani para jemaah haji. Irvan mengatakan saat ini pihaknya akan segera mengajukan usulan Surat Keputusan (SK) penetapan Calon TPHD Banten menjadi TPHD.

Kabag Sosial dan Keagamaan Biro Setda Banten Toton Suriawinata mengatakan, setelah SK penetapan TPHD turun, maka TPHD agar mengurus paspor dan sejumlah persyaratan lain, seperti pelunasan Biaya Ibadah Penyelenggaraan Haji (BPIH).

Ia mengatakan TPHD Banten akan mendapat pembinaan agar nanti dalam menjalankan tugas sebagai petugas haji bisa optimal. “TPHD akan membantu Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI),” kata Toton.

Ia mengatakan para TPHD nanti akan disebar dalam setiap kloter dari berbagai kabupaten/kota di Banten. Mengenai penempatan TPHD pada setiap kloter, Toton mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan berbagai hal seperti domisili, TPHD dari KBIH sesuai dengan rombongan serta TPHD yang kebetulan suami atau isteri berangkat melalui haji regular. “Tapi prinispnya sesuai dengan formulir kesediaaan TPHD yakni harus siap ditempatkan di kloter mana saja,” kata Toton.

Ia juga mengingatkan kepada TPHD agar mulai mendalami kembali perihal manasik haji. “Di lapangan TPHD ini oleh jemaah haji tahu segalanya. Tidak mengenal TPHD pelayanan umum, bimbingan ibadah dan kesehatan,” kata mantan Sekretaris DPKAD Banten ini.

Diketahui, perjalanan ibadah haji tahun ini akan dimulai pada 6 -19 Juli 2019 (pemberangkatan gelombang 1) dan 20-5 Agustus 2019 (pemberangkatan gelombang 2). Wukuf akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2019. Pemulangan dijadwalkan mulai 30 Agustus 2019 dan akhir pemulangan 15 September 2019. Sementara akhir kedatangan haji di Indonesia 16 September 2019. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here