Pindahkan Saluran ke Ciujung, PDAM Tirta Albantani Ingin Ajukan Pinjaman Rp 30 M

SERANG, (KB).- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Al Bantani Kabupaten Serang berencana mengajukan pinjaman sekitar Rp 30 miliar ke bank. Pinjaman tersebut, untuk pembiayaan rencana pemindahan saluran dari irigasi ke Sungai Ciujung, hal tersebut untuk pemenuhan kebutuhan air baku.

“Kami tidak punya upaya lain (untuk pemenuhan kebutuhan air baku) kecuali melakukan pengambilan langsung dari Ciujung. Kami sudah minta izin ke dewan pengawas dan secara lisan ke bupati, kami minta pinjaman. Kalau diperkenankan dan bisa ajukan proposal ke bank kami akan pinjam Rp 30 miliar untuk air baku ini,” kata Direktur PDAM Tirta Al Bantani Wahyu Prihantono kepada Kabar Banten saat ditemui setelah rapat bersama Komisi III DPRD Kabupaten Serang di gedung paripurna, Rabu (16/10/2019).

Dengan pemindahan saluran, ujar dia, semua kegiatan PDAM di irigasi dipindahkan ke Ciujung. Dengan demikian, ketika ada pengurasan atau perbaikan irigasi tetap akan stabil, karena mengambil air baku dari Ciujung.

Ia menuturkan, akibat kemarau saat ini sudah banyak saluran rumah yang tidak teraliri, seperti di Kecamatan Ciruas, Kragilan, dan Lebakwangi. Tiga kecamatan tersebut, sudah tiga bulan tidak teraliri pelayanan air. “Karena, operasional kami di Kendayakan tidak ada alternatif lain,” ucapnya.

Ia menjelaskan, di tiga kecamatan tersebut terdapat sekitar 7.000 pelanggan. Untuk sementara, mereka tidak dapat fasilitas air dari PDAM. Oleh karena itu, sebagai gantinya PDAM terus mengirim tangki air bersih ke tiga kecamatan tersebut.

“Untuk masyarakat yang tidak dapat itu kami hanya akan keluarkan biaya pemeliharaan meter Rp 6.000 dan bebas abodemen begitu juga di wilayah lain, seperti Pontang dan Binuang,” tuturnya.

Ia menuturkan, akibat kondisi tersebut, pendapatan perusahaannya hanya akan tercapai sekitar 70 persen dari total Rp 55 miliar hingga akhir tahun. Bahkan, sampai Oktober ini, pihaknya sudah merugi Rp 5 miliar.

Meski demikian, pihaknya akan mengimbangi dari sudut pembiayaan yang dikurangi. Kemudian, gaji pegawai yang rencananya hendak naik terpaksa diurungkan sampai ada air baku. “Rencana naik gaji ditunda sampai ada air baku,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Agus Wahyudiono mengatakan, seperti yang dikatakan oleh direktur PDAM, pihaknya memahami, bahwa sumber air saat ini terkendala. Selain karena kemarau juga berbenturan dengan perbaikan irigasi sampai 2021.

“Nanti kami dorong cari sumber lain yang bisa menambah titik ke rumah, yaitu Ciujung, tapi ada pencemaran nanti kami ikut pengawasan ke sana, agar air bisa digunakan untuk PDAM,” ujarnya.

Kemudian, ucap dia, pihaknya akan meminta, agar PDAM bisa mulai masuk ke pangsa pasar industri. Saat ini masih ke rumah, di mana nilainya masih rendah. Jika bisa masuk ke perusahaan, maka akan menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Nanti kami akan evaluasi selain ke pelayanan dan profit kami tinjau dengan komisi ke lapangan, bahwa ini kendala yang mereka sangkakan murni enggak dengan kebutuhan anggaran,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here