Kamis, 18 Oktober 2018

Pindah Partai, Dua Anggota DPRD Kota Cilegon Terancam PAW

CILEGON, (KB).- Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, terancam dicopot atau mengalami Pergantian Antar Waktu (PAW), karena pindah partai. Kedua anggota legislatif tersebut Andi Kurniadi (Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Cilegon) dan M.Tohir (Anggota Fraksi Gerindra) dikabarkan memutuskan hengkang dari partainya ke partai lain.

Andi Kuniadi diketahui telah pindah ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Ia masuk dalam daftar Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang didaftarkan Partai Nasdem ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Senin (16/7/2018). Sementara M. Tohir (Anggota Fraksi Partai Gerindra), tidak dicalonkan lagi oleh Partai Gerindra, namun belum diketahui langkah selanjutnya.

Berbeda dengan Andi, saat berita ini dibuat, Tohir belum memiliki kendaraan politik untuk ikut serta pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019. Namun karena Tohir menyatakan ingin mencari partai lain, ia pun ikut terancam PAW. Andi saat ditemui di Kantor KPU Kota Cilegon membenarkan niatnya untuk ikut dengan Partai Nasdem. Konsekuensi PAW, kata Andi, telah masuk pertimbangan secara matang. “Saya sudah siap dengan konsekuensi PAW,” katanya, Senin (16/7/2018).

Andi beralasan tidak lagi satu visi dan misi dengan Partai Golkar. Sementara, ideologi Partai Nasdem dianggap sesuai dengan jalan politiknya. “Optimistis bisa terpilih lagi melalui Nasdem. Saya juga berterima kasih ke Partai Golkar yang telah menerima saya selama ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Cilegon Aliya Sabrawi mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan Bacaleg ke KPU Kota Cilegon. Andi, kata dia, akan masuk bacaleg daerah pemilihan (dapil) IV, Jombang – Purwakarta. “Di dewan, sesama anggota juga mungkin sudah lama membahas kepindahan Pak Andi. Tapi, yang bersangkutan (Andi) baru secara resmi hari ini bergabung dengan Partai Nasdem,” tuturnya.

Di tempat berbeda, M.Tohir saat dimintai tanggapannya mengaku berat meninggalkan Partai Gerindra. “Kalau masih diterima Gerindra, saya siap daftar Gerindra. Tapi, saat ini saya tidak dicalonkan lagi. Meski saya sebenarnya tidak mempunyai masalah apa-apa dengan partai,” katanya.

Tak lagi dicalonkan oleh Partai Gerindra, menjadi alasan Tohir mencari kendaraan politik lain. Terkait tidak dicalonkan lagi oleh partainya, Tohir menduga dilatarbelakangi hubungan tidak baik antaran dirinya dengan salah satu petinggi Partai Gerindra tingkat Provinsi Banten.

“Saya ada ketidakcocokan dengan salah satu petinggi Partai Gerindra Provinsi Banten, itupun masalah pribadi saya bukan masalah dengan partai. Tapi dampaknya saya tidak didaftarkan lagi, ya saya cari partai lain,” kata Tohir saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon. (AH/HS)*


Sekilas Info

Cilegon Tatap Kota Layak Anak Madya

Pemerintah Kota Cilegon berhasil mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tingkat Pratama. Meski demikian, daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *