Pindah ke Lokasi Lain, 9 Perusahaan di Kota Tangerang Gulung Tikar

TANGERANG, (KB).- Sebanyak sembilan perusahaan di Kota Tangerang gulung tikar. Selain kalah bersaing dengan perusahaan lain, sebagian di antaranya terpaksa tutup dan memilih pindah ke lokasi lain untuk menekan biaya produksi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangerang Rachmansyah mengatakan, pihaknya juga mencatat saat ini ada sebanyak 9 perusahaan di Kota Tangerang yang diinformasikan telah menghentikan kegiatannya. Saat ini, total keseluruhan perusahaan di Kota Tangerang tinggal 2.333 perusahaan.

“Kalau tidak salah, ada 9 perusahaan (yang sudah tutup),” ujar Rachmansyah, Ahad (7/7/2019).

Menurutnya, ada berbagai faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut terpaksa harus menghentikan kegiatannya di Kota Tangerang. Salah satunya adalah karena adanya persaingan produksi dengan perusahaan lainnya.

“Ada juga yang memilih pindah ke lokasi lain untuk menekan biaya produksi. Jadi ada yang pindah ke daerah, seperti Sukabumi dan lain-lain agar beban tenaga kerjanya lebih murah,” ucapnya.

Sementara itu, tenaga kerja di Kota Tangerang dikuasai orang asing. Disnaker Kota Tangerang mencatat, 1.040 orang tenaga kerja asing (TKA) masih melakukan kegiatan dalam perusahaan-perusahaan di wilayah setempat.

“Ada 1.040 tenaga kerja asing. Data per tahun ini yang kami tahu ada segitu. Karena kami hanya dapat data yang diinformasikan oleh perusahaan,” ucap Rachmansyah.

Menurutnya, perusahaan yang akan mempekerjakan orang asing secara aturan di kementerian. Mereka harus memproses RPTKA, guna mendapatkan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

“Setelah IMTA itu keluar, barulah nanti di tingkat kota, itu keluar semacam notifikasi,” ujarnya.

Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Kesbangpol Kota Tangerang mengamankan puluhan orang tenaga kerja asing. Mereka dicokok di salah satu pabrik di kawasan industri Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (1/7/2019).

Rachmansyah menegaskan, pihaknya juga menerjunkan petugasnya dalam sebuah giat operasi gabungan melakukan pengawasan orang asing tersebut. Petugas dari Disnaker merupakan bagian dari anggota tim pengawasan orang asing ini ikut bergerak dalam rangkaian operasi itu.

“Ya, kami dalam tim pengawasan orang asing ini sebagai anggota. Kemarin, petugas kami yang ikut, kalau tidak salah Bu Yuli,” tutur Rachamansyah.

Menurutnya, lokasi perusahaan berlokasi di wilayah Kecamatan Jatiuwung itu diketahui bergerak di industri logam. Namun, kata dia, dari sisi pengawasan pihaknya memiliki keterbatasan wewenang karena ada tim pengawasan tersendiri saat ini, yakni dari pihak Provinsi Banten.

“Jadi kita hanya mengetahui data yang dilaporkan oleh perusahaan. Sebenarnya sekarang ini tim pengawasan ada di provinsi,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here