Pilpres 2019, Relawan Hiraukan Hasil Survei

SERANG, (KB).- Sekretariat bersama (sekber) relawan pasangan calon (paslon) momor urut 02 Prabowo-Sandi Provinsi Banten lebih memilih fokus pada upaya dan langkah-langkah pemenangan. Sedangkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Banten Jokowi-Ma’ruf Amin, merasa masih belum aman dan harus lebih bekerja keras.

Hal itu disampaikan dua kubu tim calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Provinsi Banten, menanggapi hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 43,2 persen atau unggul tipis dari Prabowo-Sandi yang meraih 41,7 persen.

Ia tidak pernah merasa terganggu dan terpengaruh hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebut Prabowo-Sandi tersalip Jokowi-Ma’ruf. Relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 02 itu lebih fokus pada upaya dan langkah-langkah pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Banten.

Ketua Sekber Prabowo-Sandi Provinsi Banten Sudarajat Syahrudin mengatakan, pihaknya meragukan kredibilitas lembaga survei tersebut. Menurutnya, survei ini diindikasikan seperti pesanan pihak tertentu yang sengaja membangun opini seolah-olah kubu petahana kuat di Banten, padahal sesungguhnya tidak.

“Kami lebih fokus pada upaya dan langkah-langkah pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Banten,” ujarnya, Selasa (19/3/2019).

Keraguannya berkaca pada rekam jejak lembaga tersebut saat melakukan survei di Pilkada DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar). “Oleh karenanya, kami lebih melihat lembaga survei ini bagaimana isu pilpres ini dia kapitalisasi untuk kepentingan usahanya, itu saja,” katanya.

Ia meminta agar para relawan tetap fokus melakukan langkah pemenangan Prabowo-Sandi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing. Dia optimistis relawan tidak pernah terpengaruh oleh lembaga survei yang uncredible.

“Bikin kelompok kecil pemenangan, lalu kemudian melakukan penggalangan kemenangan dengan sistem door to door. Terpenting adalah bagaimana mengamankan suara hasil pencoblosan 17 April yang nanti agar betul-betul bahwa tidak ada suara masyarakat itu dibajak oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Jika berkaca pada Pilpres 2014, Prabowo dan pasangannya Hatta Rajasa mendapatkan suara 57 persen di Banten. Sedangkan rivalnya Jokowi-JK mendapat 41 persen. “Itu artinya kami punya modal positif untuk memenangan Prabowo-Sandi di Provinsi Banten,” ujarnya.

Tidak terbuai

Sementara itu, Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Banten Jokowi-Ma’ruf Amin Embay Mulya Syarief menuturkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang sudah unggul dari Prabowo-Sandi belum termasuk angka aman. Ia meminta agar tim pemenangan tidak terbuai dan terus bekerja keras agar suara Jokowi-Ma’ruf di Provinsi Banten lebih unggul.

“Bagaimanapun kita terus sampai dengan last minute, kita terus berjuang habis-habisan,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan suara Jokowi-Ma’ruf di Provinsi Banten di atas 60 persen. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai. Tim akan mengajak pemilih yang belum menentukan pilihan untuk memilih Jokowi-Maruf.

“Kepada yang masih belum menentukan pilihan kita terus lakukan pendekatan. Tim saya harap jangan merasa puas dengan selisih kemenangan, kita terus berupaya sampai dengan last minute di hari terakhir nanti,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here