Sabtu, 20 Oktober 2018

Pilpres 2019: Perang Tokoh di Provinsi Banten

SERANG, (KB).- Perang tokoh mewarnai dua kubu kekuatan dalam menghadapi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Dari kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masing-masing menggandeng sejumlah tokoh Banten, terdiri atas pemuka agama hingga mantan dan kepala daerah aktif dalam susunan tim pemenangan.

Dari susunan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf, kepala daerah dalam susunan tim pemenangan cukup mendominasi. Mereka, adalah Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, dan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, bahkan mereka juga mengklaim, bahwa Gubernur Banten, Wahidin Halim masuk dalam tim pemenangan. Sedangkan, dari unsur tokoh agama dan masyarakat, terdapat nama ulama Banten, Abuya Muhtadi, H Embay Mulya Syarief, dan mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya.

Sedangkan, dari susunan tim pemenangan Prabowo-Sandi yang dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Desmond J Mahesa. Hanya ada satu nama kepala daerah, yakni Iti Oktavia Jayabaya yang juga menjabat Ketua DPD Demokrat Banten. Namun, tim pemenangan Prabowo-Sandi didominasi politisi nasional dari koalisi parpol, yakni Jazuli Juwaeni (PKS) dan Yandri Susanto (PAN), sedangkan dari mantan kepala daerah, terdapat nama mantan Bupati Pandeglang, Ahmad Dimyati Natakusumah dan mantan Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman (ATN).

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lili Romli menilai, keberadaan tokoh Banten dalam susunan tim pemenangan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 tingkat Provinsi Banten, akan mendongkrak perolehan suara masing-masing paslon. “Sebab, pilihan politik para tokoh cenderung diikuti oleh masyarakat terutama pengikutnya. Ya masih diikuti, terutama di masyarakat perdesaan,” katanya yang juga alumni Universitas Indonesia (UI) tersebut, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/9/2018).

Menurut dia, masyarakat yang cenderung terpengaruh oleh pilihan politik para tokoh, adalah masyarakat yang ada di perdesaan. Sebab, masyarakat tersebut masih memiliki budaya patron klien yang kental dibanding masyarakat di wilayah perkotaan. “Di Banten budaya tersebut, terutama di perdesaan dan di kalangan pondok pesantren masih kuat. Sehingga, kehadiran tokoh masyarakat akan berpengaruh kuat untuk mendulang suara,” ujarnya.

Dengan demikian, kehadiran para tokoh perlu dimaksimalkan, agar calon presiden dan wakil presiden mendapatkan suara yang unggul. “Saya kira yang harus disampaikan, adalah visi dan misi dan program kerja. Bukan pada figur, bukan saling menyudutkan dan adu domba serta kekurangan dan kelemahan kandidat,” ucapnya.

Disinggung apakah tokoh di Banten akan terpecah pada Pilpres 2019, Ketua Terpilih ICMI Orwil Banten tersebut menilai, perbedaan pilihan politik para tokoh tidak akan membuat para tokoh pecah. “Saya kira tidak akan terjadi perpecahan, meski ada perbedaan dukungan. Para tokoh saling menghormati, meski berbeda pilihan. Para tokoh-tokoh tersebut, tidak mau ada perpecahan juga di kalangan masyarakat,” tuturnya. (SN)*


Sekilas Info

Pj Wali Kota Serang Fokus Tata Pedagang Kaki Lima

SERANG, (KB).- Penjabat (Pj) Wali Kota Serang, Ade Ariyanto dalam dua bulan ini akan fokus menangani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *