Jumat, 20 Juli 2018

Pilpres 2019, Jokowi Makin Mengarah ke TGB

JAKARTA, (KB).- Siapa sosok yang akan menajdi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi), semakin mengarah pada TGH Zainul Mahdi. Pria yang biasa dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) itu, juga sudah menyatakan niatnya mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin di periode 2019-2024.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan partainya yakni Demokrat yang masih abu-abu dalam menyatakan peta koalisinya. Direktur Populi Center Usep S Ahyar menilai ucapan TGB mendukung Jokowi akan memberikan dampak positif.

Hal ini dikarenakan TGB merupakan kepala daerah yang dianggap mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat. “Sayak kira paling tidak di NTB, TGB ini sudah menjabat dua periode sebagai gubernur dan mempunyai Ormas Nahdlatul Wathan,” ujar Usep kepada Okezone, Rabu (11/7/2018).

Senada dengan Usep, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan, efek TGB mendukung Jokowi akan memberikan sebuah dampak positif, terutama perolehan suara Jokowi akan terbilang aman di kawasan NTB.”TGB adalah tokoh NTB yang disegani masyarakat NTB,” papar Ujang.

Tak cuma disitu, ia melihat sebuah hal wajar apabila adanya kekhawatiran dari kubu yang bersebrangan dengan Jokowi setelah adanya dukungan TGB. Apalagi, TGB merupakan tokoh berpengaruh di kawasan itu.”Itulah politik, siap tokoh yang berpengaruh di suatu daerah akan didekati atau ditaklukan untuk mendukung calon tertentu,” sambung Ujang.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara silaturahim dengan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) menyatakan bahwa aset bangsa adalah persaudaraan. Bila dicermati, itu adalah pernyataan yang sama sempat diungkapkan TGH M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

“Karena aset besar Indonesia adalah persaudaraan, kerukunan, persatuan. Karena kita memang diberikan anugerah Allah SWT berbeda dan beragam, majemuk. Inilah yang dikagumi negara lain terutama Islam. Karena betapa kita berbeda adat suku tradisi agama tapi Indonesia tetap rukun bersatu hidup berdampingan,” begitu penggalan pidato Jokowi di acara silaturahim dengan Samawi, Selasa (10/7/2018) malam.

Sinyak dari Jokowi

Pidato itu menjadi sinyal dari Jokowi mengenai sosok calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sebab, sebelum acara tersebut, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin sempat mengungkapkan bahwa Jokowi akan memberikan kode tentang sosok cawapresnya di acara tersebut.

Adapun pernyataan TGB yang serupa dengan Jokowi pernah diungkapkan melalui akun Instagram-nya, yang juga ramai diperbincangkan, di mana dirinya menekankan agar tidak mengutip ayat-ayat perang dalam berkontestasi politik. Di awal pernyataannya, TGB menekankan pula tentang betapa aset besar yang dimiliki bangsa Indonesia adalah persaudaraan.

“Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa? Aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa. Kita ini bersaudara. Apakah bapak-bapak berani mengatakan bahwa anda adalah yang haq, sementara lawan politik adalah yang bathil seperti kafir Quraisy? Siapa yang berani? Kalau saya tidak berani. . .,” demikian penggalan pernyataan TGB melalui akun tuangurubajang.

Sementara itu, Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi mengatakan, kode yang disampaikan Jokowi mengenai sosok cawapresnya menandakan cuaca semakin cerah. Istilah tersebut awalnya diungkapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang menunggu cuaca cerah untuk mengumumkan cawapres Jokowi.

“Itu menunjukkan tanda-tanda cuaca makin cerah,” kata Baidowi kepada Okezone, Rabu (11/7/2018).

Meski begitu, kata Baidowi, hingga saat ini situasi pembahasan nama bakal cawapres Jokowi masih sangat dinamis. Hal ini karena sangat dibutuhkan kecermatan di dalam menentukan pilihan.”Politik itu sangat dinamis sehingga perlu pencermatan,” ujar dia.

Mahfudz mencuat

Selain TGB, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD jadi salah satu tokoh yang santer dikabarkan jadi calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Bahkan dalam beberapa hari terakhir sempat beredar kabar bahwa Jokowi sudah memilih Mahfud MD sebagai cawapres.

Menanggapi hal itu, Mahfud mengaku belum mengetahui soal kabar yang berembus tersebut. “Saya tidak tahu. Kan bukan saya yang memasukkan,” kata Mahfud di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2019)

Kendati begitu, Mahfud tak menolak apabila nantinya dia yang dipilih oleh Jokowi sebagai cawapres. Dia mengaku akan memberikan jawaban soal kesiapannya secara langsung ke Jokowi. “Nanti saya jawab. Saya jawabnya ke Pak Jokowi,” ucap Mahfud sembari tertawa.

Sejauh ini, Mahfud menekankan belum ada komunikasi lebih lanjut terkait Pilpres 2019 dengan Jokowi. Meskipun dia tak menampik selalu menjalin komunikasi yang baik dengan orang nomor satu di Indonesisa itu.”Tidak ya (kalau bicarakan soal politik). Kalau soal pilpres tidak ada ya,” tutup Mahfud. (SJ)*


Sekilas Info

Pembukaan CASN 2018 Akan Dilakukan Akhir Juli

TANGERANG, (KB).- Pemerintah akan membuka lowongan Calon Aparatur Sipil Negara (CPNS) 2018. Pada pembukaan CASN tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *