Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Lebak, Empat Balondes tak Lolos Seleksi

LEBAK, (KB).- Empat bakal calon kepala desa (Balondes) tak lolos seleksi uji kompetensi pemilihan kepala desa (Pilkades) Lebak yang akan digelar di tiga desa. Seleksi uji kompetensi Balondes di tiga desa itu digelar karena jumlah calonnya melebihi kuota.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lebak, Firman mengatakan, uji kompetensi Balondes digelar khusus untuk tiga desa yang jumlah calonnya melebihi kuota. Dari 10 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak pada 23 Oktober 2019, ada tiga desa yang jumlah calonnya melebihi kuota.

“Desa yang calonnya melebihi kuota itu, antara lain Desa Sawarna Kecamatan Bayah mengajukan 6 balondes, Desa Situragen Kecamatan Malingping 6 balondes. Sedangkan balondes yang terbanyak itu di Desa Rangkasbitung Timur sebanyak 7 balondes,” kata Firman saat acara seleksi uji kompetensi Balindes di Aula Setda Pemkab Lebak, Rabu (25/9/2019).

Ia menjelaskan, seleksi uji kompetensi di tiga desa tersebut diikuti 19 balondes. Berdasarkan hasil seleksi, empat balondes dinyatakan tak lolos atau didiskualifikasi. Sesuai aturan, desa yang melaksanakan Pilkades, namun balondesnya melebihi kuota memang harus melaksanakan uji seleksi guna menjaring balondes yang diusulkan. “Dari hasil seleksi uji kompetensi, ada empat bakal calon yang sudah didiskualifikasi. Sebab, mereka gagal didalam uji kompetensi,” ucapnya.

Libatkan sejumlah kalangan

Proses seleksi, kata dia, melibatkan beberapa kalangan mulai dari akademisi, DPMD dan KASN untuk tim pengujinya. Karena, jika dari tiga desa calonnya tidak melebihi kuota, tentu tidak akan dilakukan di Pemkab Lebak. Sebab, setiap satu desa calon hanya ditetapkan lima. “Pelaksanaan seleksi dilakukan dalam waktu selama satu hari dan selesai pada pukul 03.00 WIB,” tuturnya.

Ia menjelaskan, 10 desa di Kabupaten Lebak yang akan menyelenggarakan Pilkades serentak, yakni Desa Margaluyu, Sukamarga, Kecamatan Sajira, Desa Wantisari di Kecamatan Leuwidamar, Desa Sawarna, Desa Sawarna Timur, Kecamatan Bayah, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Desa Jalupang Girang dan Desa Kaduhauk, Kecamatan Banjarsari dan Dssa Cidadap di Kecamatan Curugbitung. “Mengenai pelaksanaan kampanye, para calon diberikan waktu selama tiga hari sebelum sehari pelaksanaan pencoblosan,” katanya.

Sementara, salah seorang tim penguji dari kalangan akademisi STISIP Setiabudi, Harist Hijrah Wicaksana mengatakan, tes uji kompetensi ini merupakan salah satu seleksi yang akan mendiskualifikasi balondes yang melebihi batas kuota pencalonan. “Kita uji kelayakan mereka melalui tes tertulis, wawancara dan lainnya,” katanya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here