Pilkada Serentak 2020, Komposisi Pasangan Bisa Jadi Penentu

SERANG, (KB).- Sejumlah partai politik (parpol) yang memberi sinyal akan mendorong calon alternatif dalam Pilkada Serentak 2020, dikabarkan mulai menakar kekuatan politik petahana. Dengan konstalasi politik yang memungkinkan munculnya lawan berat, komposisi pasangan calon diprediksi akan menjadi penentu bagi para petahana.

Berdasarkan data perolehan suara petahana di Pilkada Serentak 2015 di empat daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, perolehan suara para petahana berada di atas 50 persen dari angka partisipasi pemilih.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), petahana di Kabupaten Serang Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa meraih 319.861 suara atau sekitar 60,53 persen dari 565.005 pengguna hak pilih. Dengan angka partisipasi pemilih sekitar 50,80 persen dari 1.112.305 pemilih, Tatu- Pandji mengalahkan pasangan Ahmad Syarif Madzkurullah – Aep Syaefullah dengan perolehan 208.571 suara atau sekitar 39,47%.

Begitu juga dengan petahana di Kabupaten Pandeglang, perolehan saura pasangan Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban meraih meraih 367.037 suara atau sekitar 69,41% dari 545.914 pengguna hak pilih.

Dengan perolehan saura hampir menembus angka 70 persen, pasangan yang disingkat Intan tersebut berhasil mengalahkan dua pesaingnya yakni pasangan Aap Aptadi dan Dodo Djuanda yang meraih 103.169 suara atau sekitar 19,51 %, dan pasangan Ratu Siti Romlah dan Yan Riadi yang memeroleh 58. 566 suara atau sekitar 11,08 %.

Di Kota Cilegon, pasangan Tubagus Iman Ariyadi dan Edi Ariadi yang memborong partai politik (parpol) meraih 135.204 suara atau sekitar 77,37% dari 187.641 pengguna hak pilih. Dengan perolehan itu, Iman – Edi mengalahkan pasangan independen Sudarmana dan Marfi Fahzan yang hanya memeroleh 39.538 suara atau sekitar 22,63%.

Di Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie meraih 305.049 suara atau sekiitar 59,61% dari 533.444 pengguna hak pilih. Pasangan tersebut, mengalahkan dua pasangan calon lainnya yakni Arsid dan dr. Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri yang meraih 164. 675 suara atau sekitar 32,18%, dan Ikhsan Modjo dan Li Claudia Chandra yang memeroleh 42.042 suara 8,22%.

Menurut Presidum Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Banten, Syaeful Bahri, petahana memiliki jaringan dan infrasrtuktur politik yang lebih siap. Meski demikian, kata dia, peluang bagi calon alternatif sangat terbuka.

“Siapa pun yang mau menghadapi petahana, yang pertama jangan kalah start, dari sekarang harus mulai turun dan bergerilya ke masyarakat, bikin pasukan yang lengkap,” kata Syaeful Bahri kepada Kabar Banten, Rabu (9/10/2019), ketika dimintai tanggapan terkait peluang calon alternative dalam Pilkada Serentak 2020.

Terkait dengan komposisi petahana yang sudah dua periode seperti Tangerang Selatan dan pergantian antar waktu (PAW) di Kota Cilegon, menurut dia, komposisi pasangan calon atau pendamping bakal mempengaruhi kekuatan politik petahana dalam Pilkada Serentak 2020.

Namun, dia menilai fenomena pasngan politisi dan birokrat atau birokrat dan politisi masih akan berlanjut. Apalagi jika itu birokrat terpercaya, bukan hanya dilirik parpol tapi juga memengaruhi efek elektoral. “Karena faktanya, pemimpin daerah berusan dengan birokrasi. Jika pendampinya birokrat, tentu memudahkan kerja. Selain itu, sebagai strategi elektabilitas yaitu teman elektoral,” ucapnya. (SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here