Pilkada Serentak 2020 di Banten, Parpol Utamakan Kader Internal

SERANG, (KB).- Sejumlah partai politik (parpol) akan mengutamakan kader untuk didorong dalam Pilkada kabupaten/kota 2020. Mereka mengklaim memiliki kader yang mumpuni untuk bersaing dalam pilkada.

Parpol yang mengutamakan kader tersebut antara lain Demokrat, Gerindra dan Berkarya. Demokrat dan Berkarya bahkan sudah memunculkan nama-nama kader untuk dipertimbangkan sebagai calon bupati/wali kota.

Ketua Bapilu DPD Demokrat Banten Azwar Anas menuturkan, kader yang sudah muncul di antaranya Eko Susilo untuk Pilkada Kabupaten Serang, H. Rahmatullah (Ketua DPC Demokrat Cilegon) untuk Pilkada di Kota Cilegon, Gacho Sunarso dan Hatanto untuk Pilkada Kota Tangerang Selatan.

Kemudian, Yoyon Sujana dan Iing Andri Supriadi untuk Pilkada Kabupaten Pandeglang. “Kami mendorong, mengutip Ibu Ketua (DPD Demokrat Banten Hj. Iti Octavia Jayabaya) mengupayakan kader internal, beberapa tokoh-tokoh berharap kami mendorong kader internal,” ujarnya, Senin (17/6/2019).

Terkait koalisi, ia menuturkan, akan lebih cair dan tidak selalu berpatokan dengan kaolisi adil makmur yang merupakan koalisi dalam mengusung Prabowo-Sandi. Meskipun, ia mengakui akan mempertimbangkan parpol dalam koalisi adil makmur.

Begitu pun dengan Partai Gerindra, pihaknya akan memprioritaskan kader untuk didorong sebagai calon bupati/wali kota dalam Pilkada Kabupaten/Kota 2020. Sebagai upaya menghasilkan kader terbaik, juga akan ditempuh jalur penjaringan.

Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni belum membeberkan kapan dan bagaimana mekanisme penjaringan yang akan dilakukan. Anggota DPRD Banten ini beralasan, pilkada kabupaten/kota masih jauh meskipun tahapan akan berlangsung tahun ini.

Disinggung apakah koalisi adil makmur akan jadi acuan dalam menentukan koalisi pilkada, ia membantahnya. Menurutnya, koalisi pilkada bisa berbeda dengan pilpres mengingat kondisi politik daerah yang berbeda dengan nasional. “Tapi itu tentu perlu dicermati yang selama ini dia bekerja sama di pusat, tentunya di daerah akan lebih mudah untuk bekerja samanya,” katanya.

Sekretris Jenderal DPW Partai Berkarya Banten Alfauzi Salam menuturkan, kader yang saat ini sudah mantap maju di pilkada adalah Ketua DPW Berkarya Banten Heldy Agustian. “Memang Partai Berkarya punya target yaitu mencalonkan Ketua DPW kami Pak Helldy Agustian untuk mencalonkan menjadi Wali Kota Cilegon,” ucapnya.

Niat mencalonkan kader ini bukan tanpa alasan. Ia merasa partainya sudah pantas mengusung calon karena menurut hasil Pemilu serentak 2019 Partai Berkarya mendapat empat kursi di DPRD Kota Cilegon.

Untuk koalisi, ia menuturkan, partainya akan merangkul seluruh partai dan tidak selalu berpatokan dengan koalisi adil makmur, koalisi parpol yang bersama-sama partainya mengusung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. “Sekali lagi kami bisa berkoalisi dengan partai manapun,” ucapnya.

Dari kader Golkar, Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman Umar meramaikan bursa calon dengan menyatakan kesiapannya maju dalam Pilkada Kota Cilegon.

“Semua memang ada proses dan mekanismenya dan semua kader dari Partai Golkar berhak mencalonkan, termasuk saya juga siap menjadi salah satu kandidat calon wali kota dan wakil wali kota nanti,” tuturnya.

Dia mengatakan, sampai dengan saat ini DPD Golkar Kota Cilegon belum melaksanakan rapat internal yang merupakan salah satu bagian dari proses penjaringan. Sebab, waktu yang masih cukup lama.

Petahana masih kuat

Meski para penantang mulai banyak bermunculan, namun pengamat politik dari LIPI Lili Romli menilai, para petahana dianggap masih cukup kuat untuk kembali bersaing. Kehadiran para petahana tidak menutup kemungkinan akan mengulang terjadinya calon tunggal seperti yang pernah terjadi pada Pilkada serentak 2018.

Salah satu petahana yang dinilai masih cukup kuat adalah Bupati Pandeglang Irna Narulita. Selain berstatus petahana, Irna dinilai masih memiliki popularitas dan jaringan yang mengakar di masyarakat.

“Peluang petahana masih tinggi. Ibu Irna dengan didampingi suaminya Pak Dimyati mengakar di jaringan kepala desa, birokrasi dan ulama. Sehingga cukup sulit untuk dikalahkan,” kata akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten Agus Lukman dan akademisi Universitas Matla’ul Anwar (Unma) Banten.

Menurut Akademisi Unma Banten Eko Supriatno, kelebihan petahana adalah mempunyai Jaringan Birokrasi. Peluang petahana untuk memperbesar popularitas dipermudah oleh adanya program atau kebijakan populis yang bernuansa pencitraan. Selain itu, calon petahana memiliki jaringan dan relasi yang sudah tertata atau solid.

Sementara itu, Irna Narulia masih belum berani terang-terangan akan maju kembali pada Pilkada Pandeglang 2020. Sebab, pihaknya masih menunggu respon ulama dan masyarakat.

“Saya belum berani, ini terlalu dini, saya tunggu respon ulama dan masyarakat,” kata Irna kepada Kabar Banten yang ditemui usai mengikuti Paripurna DPRD Pandeglang, Senin (17/6/2019). (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here