Pilkada Lebak 2018: ”Bajukoko” Siap Dideklarasikan

LEBAK, (KB).- Barisan Juang Kolom Kosong (Bajukoko) akan menyerukan “perlawanan” terhadap calon tunggal pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Lebak. Kabarnya, Bajukoko siap dideklarasikan di Alun-alun Malingping, Rabu (28/2/2018).  Rencananya deklarasi dan pembentukan tim sukses yang lahir dengan dalih untuk menyelamatkan demokrasi di kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Multatuli itu akan dihadiri puluhan ribu orang.

Panglima Bajukoko, Ahmad Hakiki Hakim kepada Kabar Banten mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai persiapan guna pelaksanaan deklarasi Bajukoko yang akan diselenggarakan di Alun-alun Kecamatan Malingping yang rencananya akan diselenggarakan pada 28 Februari mendatang.

“Selain deklarasi juga akan dilakukan pengukuhan pengurus Bajukoko Kabupaten dan korcam yang tersebar di 28 kecamatan. Dan setelah terbentuk akan didaftarkan dan ditembuskan kepada KPU dan Panwaslu Kabupaten Lebak juga ke Polres Lebak,” ujar mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini.

Menurut Hakiki, pembentukan tim sukses Bajukoko hadir untuk memberikan penjelasan dan penegasan bahwa Pasangan calon (Paslon) tunggal disebabkan oleh sikap partai politik (Parpol) yang tidak ada keberanian mengusung kader parpolnya. “Sikap pragmatis parpol sudah semakin jelas dan kekecewaan rakyat terhadap sikap parpol akan menjadi kekuatan kolom kosong sebagai pilihan terbaik,” katanya.

Selain itu, tutur dia, pembentukan tim sukses Bajukoko ini sebagai bentuk kekecewaan rakyat yang diklaimnya sudah mendominasi wilayah Lebak Selatan terhadap pasangan calon tunggal yang lahir dari petahana mantan pemegang kekuasaan yang notabene lahir dari politik dinasti.

“Kami yakin masyarakat Lebak sudah jenuh dengan kepemimpinan yang lahir dari dinasti. Kami tidak mengupas apa dan bagaimana kepemimpinan dinasti Jaya Baya. Yang pasti Bajukoko lahir untuk menyelamatkan demokratisasi di Lebak. Suara murni rakyat tidak bisa diklaim atau sekadar dijadikan objek,” katanya.

Menurut dia, pada Pilkada Lebak 2018 dengan paslon tunggal menjadi tolak ukur masyarakat apakah rakyat menghendaki adanya kepemimpinan yang lahir dari sebuah politik dinasti atau tidak.
Sementara itu, sejumlah aktivis di Cilangkahan, mengapresiasi adanya pembentukan tim sukses Bajukoko.

Mereka menilai, selain sebagai bentuk “perlawanan” terhadap pemimpin yang lahir dari politik dinasti juga bentuk perlawanan atas matinya demokrasi di Kabupaten Lebak. “Tentu kami sangat mengapresiasi dan akan turut menyosialisasikan kepada masyarakat agar memilih kolom kosong,” ucap seorang aktivis, Abdul yang diamini belasan aktivis lainnya di Malingping, kemarin. (DH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here