Pilkada Kota Serang PPS Dilaporkan ke Panwaslu

SERANG, (KB).- Pasangan bakal calon (pabaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang dari jalur perseorangan dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Serang, Agus Irawan-Syamsul Bahri melaporkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tiga kelurahan di Kota Serang ke Panitia Pegawas Pemilu
(Panwaslu). Sebab, PPS di tiga kelurahan tersebut diduga tidak melakukan verifikasi faktual kepada warga yang menyerahkan dukungan kartu tanda penduduk (KTP) kepada pihaknya. Ketiga PPS yang dilaporkan yaitu, PPS Kelurahan Taktakan, PPS Kelurahan Kagungan, dan PPS Kelurahan Mesjid Priyayi.

Diketahui, verifikasi faktual merupakan langkah untuk memastikan setiap pemilik KTP benar-benar menyatakan dukungannya kepada pabaslon perseorangan. Pada tahap ini petugas yang diterjunkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang salah satunya PPS harus datang langsung kepada warga yang KTP-nya disertakan dalam syarat dukungan pabaslon perseorangan.

Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Agus Irawan-Syamsul Bahri, Syamsul Bahri mengatakan, laporan kepada Panwaslu Kota Serang dilakukan oleh timnya sejak beberapa hari lalu. Informasinya laporan tersebut, kini sedang diproses Panwaslu Kota Serang. “Temuan tim advokat. Itu sudah lama semenjak verifikasi faktual,” katanya, Kamis (18/1/2018). Jika terbukti, kata Agus, maka ketiga PPS tersebut telah melakukan pelanggaran, karena berdasarkan aturan yang diketahuinya, verifikasi faktual harus datang langsung kepada warga yang menyertakan dukungan KTP kepada pabaslon. “Mekanisme diaturan itu harusnya diverifikasi,” katanya.

Ia menyayangkan tindakan yang dilakukan PPS tersebut. Apalagi pelaksanaan Pilkada Kota Serang termasuk petugas verifikasi faktual mendapat alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang. “Kalau tingkat KPU itu sistematis sesuai dengan aturan yang ada. Di sinilah perlu sosialisasi kepada PPS. Kalau betul (dugaan PPS tidak verifikasi faktual), kenapa engga dilaksanakan? Ini kalau terjadi indikasi (ada) penjegalan, mudah-mudahan tidak sampai terjadi,” tuturnya.

Ia berharap dugaan yang dilaporkan kepada Panwaslu Kota Serang tidak terbukti, karena akan menjadi contoh negatif dalam Pilkada Kota Serang, terlebih Pilkada merupakan ajang untuk mencari sosok pemimpin. “Untuk membangun Kota Serang harus transparan. Ini bukan zaman kubu-kubuan, KPU itu harus netral sampai dengan PPS nya,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, anggota Panwaslu Kota Serang, Mamun Murod membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, beberapa saksi berikut pelapor sudah diperiksa. Hasil klarifikasi Panwaslu, kata dia, akan disampaikan kepada KPU Kota Serang. “Kami juga kan harus memanggil terlapor,” ujarnya.Ia juga membenarkan materi laporan terkait dugaan PPS yang tidak melakukan verifikasi faktual kepada warga di wilayah PPS tersebut berada. Meski demikian, jumlah warga yang diduga tidak diverifikasi faktual hanya beberapa saja, tidak lebih dari 100 orang.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin sudah mendengar terkait laporan tersebut. Hasilnya KPU juga mendapat rekomendasi dari Panwaslu Kota Serang untuk melakukan verifikasi ulang kepada warga-warga yang belum diverifikasi. Waktu verifikasi faktual ulang yang diberikan KPU Kota Serang kepada ketiga PPS tersebut sampai dengan 20 Januari 2018. “Jadi laporan berawal dari 26 warga yang menandatangani pernyataan bermaterai bahwa warga tersebut tidak diverifikasi oleh PPS,” ujarnya.

Terkait dugaan PPS yang tidak melakukan verifikasi faktual, menurut dia, KPU Kota Serang sudah meminta klarifikasi kepada PPS yang bersangkutan. Anggota PPS membantah jika tidak melakukan verifikasi faktual, karena saat tahap awal mereka mengunjungi rumah warga. Namun warganya tidak ada. Kemudian, PPS menginisiasi untuk mengumpulkan mereka. Pada saat itu juga mereka memverifikasi warga. Karena yang terlampir di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) hanya tiga orang, maka yang diverifikasi juga hanya tiga orang, sementara 23 lainnya tidak. “Meskipun begitu, kami meminta kepada PPS untuk bekerja sesuai dengan prosedur,” ucap Heri. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here