Pilkada Kota Serang 2018, Vera-Nurhasan Belum Kibarkan Bendera Putih

SERANG, (KB).- Koalisi partai politik (parpol) yang mendukung pasangan nomor urut tiga, Syafrudin-Subadri Usuludin merasa terganggu atas sikap tim paslon nomor urut satu Vera Nurlaela-Nurhasan yang belum menerima kekalahan atau legowo dan terus mencari-cari kesalahan paslon nomor urut tiga.

“Kalau kita saling jujur-jujuran terkait persoalan itu, mari kita saling buktikan siapa yang curang terhadap seluruh persoalan yang disangkakan selama proses Pilkada Kota Serang,” kata tim kampanye Paslon nomor urut tiga, Agus Setiawan saat menggelar konferensi pers di kantor DPW PPP Banten, Ciracas, Kota Serang, Sabtu (7/7/2018).

Agus menghimbau kepada tim kampanye paslon nomor urut satu untuk menghentikan proses mencari-cari kesalahan dengan metode pengakuan. Sebab, menurutnya, metode pengakuan dalam hukum hanya digunakan sebagai bukti petunjuk semata. “Kami akan sangat mudah untuk melakukan hal yang sama. Kami bisa membuat orang mengaku sebagai tim Paslon nomor satu yang membagikan uang, kalau kita mau cari cara seperti itu tetapi kita tidak mau melakukan hal itu,” ucapnya.

Agus mengaku, pihaknya sudah menerima laporan bahwa adanya pemaksaan pengakuan kepada seseorang terkait dugaan politik uang. “Sudah masuk ke saya di Taktakan, bahwa orang itu dipaksa mengaku, direkam kemudian dilaporkan ke Panwas,” ujarnya

Selain itu, ketua DPW PPP Banten itu juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan amnesti umum kepada ASN yang terlibat untuk mengakui kesalahannya yang telah ikut mendukung paslon nomor urut satu pada perhelatan Pilkada Kota Serang.

Agus mengatakan, pihaknya sudah menerima 5 laporan terkait keterlibatan ASN dalam perhelatan Pilkada. “Secara terbuka memberikan amnesti umum kepada ASN yang kemarin terlibat secara langsung maupun tidak langsung mensupport pasangan nomor urut satu, sebab sudah banyak masuk pengaduan yang sifatnya dirahasiakan,” tuturnya.

Agus kembali menegaskan kepada paslon nomor urut satu untuk menghentikan proses mencari kesalahan tersebut. “Sekali lagi saya tekankan. Bagi mereka yang menggunakan metodologi pengakuan, agar dihentikan. Kalau tidak dihentikan, kami akan melakukan hal yang sama dan akan lebih banyak mendapatkan. Apalagi, dengan cara mengancam dan memberikan imbalan,” ujarnya.

Namun, pihaknya mempersilahkan jika paslon nomor urut satu ingin membawanya ke ranah Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, kata Agus, pihaknya akan membalikan tuduhan-tuduhan dari paslon nomor satu dengan bukti yang lebih nyata dan spesifik.

“Namun apabila diterima dengan legowo, maka tentu ini menjadi modal kuat bagi keutuhan masyarakat kota Serang untuk kemudian mereka pun (paslon nomor satu) akan kami libatkan untuk pembangunan yang adil dan merata,” ujarnya.

Sementara itu, ketua tim advokasi pasangan calon nomor urut satu, Ferry Renaldy, tidak bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan telepone dan pesan whatsapp, yang bersangkutan tidak merespon.(Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here