Rabu, 22 Agustus 2018
Ketua DPC PPP Kota Serang, Uhen Zuhaeni disaksikan Ketua DPW PPP Provinsi Banten, Agus Setiawan menyerahkan surat keputusan pengusungan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang periode 2018-2023 kepada Subadri Usuludin dan Syafrudin saat Deklarasi di Aula DPW PPP Provinsi Banten, Ciracas, Kota Serang, Kamis (2/11/2017).*

Pilkada Kota Serang 2018: PPP Duetkan Subadri-Syafrudin

SERANG, (KB).- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyandingkan Subadri Usuludin dengan Syafrudin sebagai calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Serang pada Pilkada Kota Serang 2018. Keduanya dideklarasikan di kantor DPW PPP Banten, Ciracas, Kota Serang, Kamis (2/11/2017). “Kami tentu punya alasan kenapa mengajukan Pak Syafrudin sebagai pasangan dari Pak Subadri. Di antaranya adalah, beliau merupakan para pejabat yang ikhlas, kemudian mereka juga mempunyai akar rumput yang jelas,” ujar Ketua DPC PPP Kota Serang, Uhen Zuhaeni.

Uhen mengatakan, pihaknya belum menentukan untuk posisi calon wali kota dan wakil wali kota terhadap keduanya. Penentuan siapa yang akan menjadi calon wali kota ataupun calon wakil wali kota, akan dibicarakan selanjutnya kepada partai koalisi yang akan bergabung dengan PPP. “Selain itu, kami juga menyerahkan kepada pasangan ini untuk membicarakan bagaimana komposisinya, kami akan menyupport,” katanya.

Ketua DPW PPP Banten, Agus Setiawan menuturkan usulan DPC Kota Serang ini menyatakan seharusnya dapat segera dilakukan rapat pengurus DPW PPP Banten. Namun dikarenakan banyaknya kunjungan yang harus dilakukan oleh para pengurus, sehingga kemungkinan baru hari ini, Jumat (3/11/2017) akan dilaksanakan rapatnya. “Di PPP itu memang dilakukan rekomendasi berjenjang. Kemudian nanti DPP yang akan mempertimbangkan, dan insya Allah tidak akan berbeda,” ucapnya.

Dalam rekomendasi tersebut, selain nama pasangan, juga harus sudah ada nama untuk calon wali kota, serta calon wakil wali kota. Oleh karena itu, ia menyatakan akan meminta agar pasangan tersebut untuk berembuk. “Kami juga masih menunggu dukungan dari koalisi yang lain, sekalian lengkap,” tuturnya.

Ia menegaskan, saat ini masih berharap Subadri akan menjadi wali kota. Namun dikarenakan ada beberapa faktor yang akan menjadi penilaian, maka akan dilakukan beberapa pendekatan untuk menilai posisi tersebut. “Yang pertama secara subjektif, kami harus melihat siapa yang membawa partai paling banyak. Kemudian, siapa yang kuat dalam menghadapi proses pilkada, dan terakhir adalah hasil survei yang tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Subadri Usuludin mengucapkan terima kasih atas deklarasi yang dilakukan oleh partai berlambang Kakbah tersebut. Menurutnya, saat ini dia menyerahkan kepada pilihan partai untuk kedepannya. “Semenjak dideklarasikan waktu yang lalu, saya sepenuhnya mengikuti bagaimana proses dan rekomendasi dari PPP,” ucapnya.

Ia mengakui, saat ini akan melakukan komunikasi intens dengan Syafrudin untuk berbicara terkait bagaimana komposisi yang akan dirumuskan nantinya. “Saya berharap nanti akan ada musyawarah antara partai pengusung untuk menentukan, tapi prinsipnya kami menerima,” ujarnya. Di tempat yang sama, Syafrudin juga mengatakan akan mengikuti arahan dari partai pengusungnya. Ia akan menerima segala putusan yang akan diberikan untuk posisinya. “Saya siap dan legowo untuk disiapkan menjadi wali kota atau wakil wali kota,” tuturnya.

Kesepakatan tertulis

Di saat yang sama, beredar kesepakatan bersama yang ditandatangani Nuraeni dan Subadri untuk maju berpasangan dalam Pilkada Kota Serang 2018. Dalam kesepakatan yang tertulis dalam secarik kertas bermaterai tersebut, kedua belah pihak menandatangani kesepahaman yang melahirkan 3 poin kesepakatan. Yaitu sepakat berpasangan dalam Pilkada Kota Serang, menyusun visi misi bersama untuk kemajuan Kota Serang, dan saling bekerja sama sesuai dengan ketentuan partai pengusung.

Bakal calon Wali Kota Serang, Hj. Nuraeni menanggapi santai deklarasi Subadri-Syafrudin tersebut. Menurutnya, keputusan Subadri tersebut merupakan hal wajar dalam kancah perpolitikan. “Sah-sah saja, karena itu suatu keputusan politik dan hak mereka untuk bisa membangun komitmen serta koalisi bersama,” ujar Nuraeni, melalui pesan WhatsApp, kemarin.

Wakil Ketua DPRD Banten ini tidak merasa “diselingkuhi” atas keputusan Subadri tersebut. Ia menilai Subadri berubah pikiran untuk melakukan spekulasi politik dengan menggandeng Syafrudin. “Politik itu kan dinamis dan cenderung berubah-ubah. Mungkin Pak Badri mau berspekulasi politik yang lain,” kata perempuan kelahiran Serang 5 Oktober 1974 ini. Setelah gagal berpasangan dengan Subadri, Nur’aeni pun akan mencari pendamping lainnya. “Saya akan siapkan berbagai kemungkinan plan berikutnya,” tutur Nuraeni. (FI/RI)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *