Rabu, 19 Desember 2018

Pilkada Kota Serang 2018: Pemilih Pemula Capai 40.000 Orang

SERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang menargetkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang mencapai 70 persen. Target tersebut tidak mengalami peningkatan dari Pilkada Kota Serang 2013 yang juga berada di angka sekitar 70 persen.

Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, penetapan target partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Serang mempertimbangkan capaian partisipasi pemilih Pilkada Kota Serang 2013 yang berada di angka 68 persen. “Dengan asumsi itu, kami tetapkan target partisipasi pemilih 70 persen,” katanya saat ditemui Kabar Banten di Kantor KPU Kota Serang, Kamis (11/1/2017).

Upaya yang akan dilakukan KPU untuk mencapai target tersebut, meliputi gencar melakukan sosialisasi yang dikemas dengan berbagai kegiatan, di antaranya sosialisasi tatap muka menyasar segementasi pemilih kelompok agama, kelompok perempuan, kelompok pinggiran, penyandang disabilitas, dan kelompok pemula.

Khusus untuk kelompok pemula, KPU mengemas sosialisasi dengan kegiatan lomba membuat video memilih, lomba bulu tangkis, dan lain-lain. “Pemilih pemula yang ada di Kota Serang lumayan banyak mencapai 40.000 orang. Kami datangi mereka dengan sosisalisasi tatap muka berupa goes to campus dan goes to school yang sudah kami laksanakan,” ujarnya.

“Kami syukuri Pilkada Kota Serang selalu diramaikan banyak calon. Kami tentu berharap, semakin banyak calon semakin banyak pilihan, sehingga masyarakat terdorong untuk memilih,” ucapnya.
Menurut dia, pencapaian partisipasi menjadi tanggung jawab bersama elemen masyarakat dan para bakal calon, bukan hanya KPU.

Masih standar

Sementara itu, Pengamat Politik dari Untirta, Gandum Ismanto menuturkan, target partisipasi yang ditetapkan KPU dinilai masih standar. Karena, target tersebut termasuk angka aman. “Jadi, kalau kurang paling 68 atau 67 persen,” tuturnya.  Harusnya KPU mampu menetapkan target partisipasi pemilih lebih tinggi, misalnya 75 persen. Dengan demikian, KPU akan semakin tertantang mencapai target, sehingga ukuran keberhasilan kinerja KPU semakin tinggi. “Angka 70 persen itu bukan angka yang prestisius buat KPU,” katanya.

Namun demikian, target 70 persen juga akan sulit diwujudkan oleh KPU Kota Serang. Alasannya, saat ini undang-undang sudah memberikan pembatasan terhadap kampanye partai maupun pasangan calon.
“Ditambah yang paling penting, adalah perubahan perilaku pemilih. Beberapa studi terakhir menunjukkan, bahwa kalau pemilih di Banten dipengaruhi oleh praktik politik uang. Singkatnya semakin intens pengawasan Bawaslu, semakin tegas penegakan hukum menyebabkan praktik politik uang semakin berkurang dan saat itu juga kecenderungan memilih semakin turun,” katanya.

Kondisi tersebut dapat ditangkap KPU sebagai peluang untuk melakukan pendidikan politik, bukan hanya pendidikan pemilih. “Tidak berarti pengawasan itu kemudian harus menjadi lemah. Tapi, harus ditingkatkan, sebab pada titik itu masyarakat harus dipaksa untuk mengarahkan pilihan secara sadar dan secara rasional tanpa pengaruh atau iming-iming politik uang,” ujarnya.

Menurut dia, menjadikan masyarakat memilih tanpa iming-iming uang tidak akan berjalan cepat, mungkin juga tidak bisa terwujud pilkada saat ini. “Pada titik transisi inilah, saya melihat angka 70 persen itu agak sulit dicapai, meski secara empirik itu angka realistis, karena rata-rata golput (golongan putih) kami pada angka 30 persen,” ucapnya. (SN)***


Sekilas Info

Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Kawasan Wisata Anyer dan Pasar Prioritas Pengamanan

Kawasan wisata Anyer dan pasar tradisional di wilayah Kabupaten Serang akan menjadi titik utama pemantauan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *