Pilkada Kota Serang 2018: Paslon Mangkir Debat Diumumkan di Media Massa

SERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang tidak memberikan sanksi kepada pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang yang mangkir tanpa alasan pada acara debat kandidat pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Serang. Tapi, KPU akan memublikasikan paslon tersebut, dengan cara mengumumkan ketidakhadiran paslon tersebut di berbagai media massa.

Komisioner KPU Kota Serang, M Hopip mengatakan, pengumuman paslon yang tidak hadir dalam debat kandidat sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye. “Jadi kalau paslon yang tidak hadir tanpa alasan jelas bahwa KPU bisa mengumumkan di media,” katanya saat ditemui di Kantor KPU Kota Serang, Selasa (10/4/2018).

Meski tidak ada sanksi tegas, menurut dia, pengumuman di media massa akan menjadi sanksi sosial. Ia berharap agar paslon memanfaatkan debat kandidat untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat Kota Serang. “Kecuali kalau sakit. Saya juga imbau jangan umrah dulu. Jadi hanya sanksinya diumumkan baik di media,” ujarnya.

Disinggung persiapan debat, mantan Komisioner KPID Banten ini mengatakan, KPU sudah menunjuk penyelenggara yang nanti akan mengurus debat. Penyelenggara debat kemudian menunjuk stasiun televisi untuk menayangkan debat secara langsung. “Kemungkinan besar debat kandidat dilaksanakan di wilayah Kota Serang,” tuturnya.

KPU menetapkan pendukung yang dapat masuk ke studio debat maksimal 50 orang, ditambah dengan undangan lain. Kegiatan tersebut akan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. “Kalau pengamanan sudah disampaikan dan sudah rapat. Bahwa memang hajat pilkada kan menjadi perhatian, jadi kegiatan kecil juga mendapat pengamanan luar biasa. Enggak mau mengambil risiko,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim panelis debat kandidat, Matin Sarkowi mengatakan, pertanyaan yang disusun panelis merupakan substansi dari visi dan misi paslon Pilkada Kota Serang. “Ada tiga unsur saja, tentang kebijakan publik, tentang kesejahteraan masyarakat dan pendidikan. Fokus kepada itu,” ucapnya.

Tema setiap debat akan berbeda-beda. Ia memastikan pertanyaan yang disusun tim panelis akan mampu menggali secara dalam visi dan misi setiap paslon. “Itu nanti ada panelis yang pertanyaan kita memang pasti akan memperlihatkan si kandidat seperti apa. Dari pertanyaan yang kita susun akan lebih memperlihatkan sosok kandidat,” tuturnya.

Disinggung terkait pertanyaan lebih rinci, Matin yang juga Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Serang ini enggan menjelaskan. Ia mengatakan, pertanyaan bersifat rahasia dan tidak akan dibocorkan kepada paslon sekalipun sampai pelaksanaan debat berlangsung. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here