Sabtu, 17 November 2018
Pilkada Kota Serang 2018: Empat Balon Wali Kota Sehat

Pilkada Kota Serang 2018: Empat Balon Wali Kota Sehat

SERANG, (KB).- Seluruh bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang yang maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 dinyatakan lolos tes kesehatan. Tahap selanjutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang akan menggelar pleno terbuka tentang hasil penelitian berkas syarat calon dan pencalonan yang diserahkan pabaslon ke KPU Kota Serang.

Khusus syarat calon, KPU menyebut ada sejumlah syarat calon yang masih perlu dipenuhi pabaslon. Untuk diketahui, pengumuman hasil tes kesehatan dilakukan KPU Kota Serang di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (16/1/2018). Hasil kesehatan yang diumumkan tersebut bersumber dari tim pemeriksa yang ditunjuk KPU Kota Serang. Didalamnya memuat hasil tes kesehatan jasmani, rohani dan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Nafza).

Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, tahapan tes kesehatan sudah dilaksanakan KPU Kota Serang beberapa hari ke belakang. “Kami sudah menerima hasil tes kesehatan dari tim pemeriksa kesehatan,” ujarnya.  Terkait agenda rapat pleno terbuka tentang hasil penelitian berkas syarat calon dan pencalonan yang diserahkan Bapaslon ke KPU Kota Serang, ia mengatakan bahwa sementara ini masih ada sejumlah syarat calon yang perlu dipenuhi pabaslon.

Berbeda dengan syarat calon, syarat pencalonan dianggap sudah memenuhi syarat. Namun demikian, ia enggan membeberkan apa saja item syarat calon yang belum dilengkapi para pabaslon. Ia hanya menyampaikan bahwa rinciannya akan disampaikan pada rapat pleno terbuka yang dilakukan hari ini Rabu (17/1/2018) di salah satu hotel di Kota Serang. “Kami belum bisa ‘share’ dulu ke teman-teman (wartawan),” ucap Heri.

Pabaslon yang belum melengkapi syarat calon, kata dia, masih diberikan waktu perbaikan sampai 20 Januari 2018. Lewat dari tanggal ini pabaslon dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). “Berdasarkan PKPU Nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan itu dinyatakan tidak memenuhi syarat dan gugur,” tuturnya.

Kecuali untuk syarat calon berupa SK pengunduran diri, KPU Kota Serang masih memberikan kesempatan kepada pabaslon sampai tiga puluh hari sebelum waktu pencoblosan. “Pengecualian pengunduran diri bagi pabaslon anggota ASN, BUMN, anggota dewan, itu ada aturan lainnya, sedikit longgar. Kalau tiga puluh hari sebelum pencalonan belum terpenuhi sama saja TMS,” katanya.

Langgar etika

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Serang, Fierly MM menyarankan pabaslon tidak terburu-buru menyebar alat peraga kampanye (APK). Mengingat seluruh pabaslon masih berstatus bakal calon, belum calon. Itu artinya, penyebaran APK sebelum penetapan calon melanggar etika.

“Berkasnya belum diteliti tapi sudah menyebarluaskan APK. APK harus disahkan KPU. Kalau nanti yang disebarluaskan berbeda dengan yang disahkan KPU bagaimana? Terkait ada yang sudah menyebar, memang sudah kami serap informasinya dan kita sarankan untuk tidak dilakukan dulu,” katanya.

Penetapan calon sendiri akan dilakukan 12 Februari 2018, kemudian disusul dengan pengundian nomor urut pada 13 Februari 2018. Setelahnya ada agenda kampanye pada 15 Februari sampai 20 Juni 2018. “Kami sampaikan kepada pasangan bakal calon untuk segera merapikan APK mereka,” ucap Fierly. (SN)***


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *