Jumat, 20 Juli 2018

Pilkada Kota Serang 2018: Debat Kandidat tak Jelas

SERANG, (KB).- Debat kandidat di Pilkada Kota Serang 2018 tak jelas, menyusul proses lelang event organizer (EO) menemui kendala. Sebab, pagu anggaran yang diajukan KPU Kota Serang terlalu kecil, sehingga tidak ada peserta yang mengajukan penawaran.

Komisioner KPU Kota Serang, M. Hopip mengatakan, penentukan jadwal debat kandidat putaran pertama bergantung pada hasil proses lelang EO. Selama lelang belum selesai, katanya jadwal belum dapat ditentukan. “Permasalahan lelang, jadi saya belum memastikan kapan,” kata M. Hopip, Kamis (3/5/2018).

Semula, pelaksanaan debat kandidat putaran pertama akan dilaksanakan Jumat (27/4/2018). Namun, batal karena proses lelang belum selesai. Ia kemudian berencana menggeser ke Jumat (11/5/2018), tetapi belum jelas karena kembali terkendala oleh proses lelang. “Walaupun sudah punya ancang-ancang, karena enggak tahu kapan ni proses lelang, nunggu pemenangnya kita,” katanya.

Lelang EO dilaksanakan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) KPU Provinsi Banten. Informasi terbaru yang diterimanya, lelang akan selesai pekan ini. Dengan demikian, kemungkinan besar debat kandidat putaran pertama dapat berlangsung, Jumat (11/5/2018). “Kalau minggu ini (lelang selesai), bisa tanggal 11 (Mei 2018). Tapi lagi-lagi saya nunggu siapa pemenang lelang,” ujarnya.

Ia mengakui, dibanding penunjukan langsung proses lelang membutuhkan waktu lama. Penunjukan langsung dianggap lebih ringan karena tinggal menunjuk siapa EO yang dipilih. Namun demikian, EO pelaksana debat kandidat tetap harus melalui proses lelang. “Memang ribet juga sistem lelang ini, kalau PL (penunjukan langsung) tinggal nunjuk doang,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Provinsi Banten, Septo Kalnadi mengatakan, proses lelang EO debat kandidat Pilkada Kota Serang dilaksanakan oleh ULP KPU Provinsi Banten, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sendiri di KPU RI. “LPSE di KPU RI, tapi kalau pokja ULP-nya di KPU Provinsi,” tuturnya.

Ia membenarkan proses lelang EO Pilkada Kota Serang menemui kendala. Pagu anggaran yang diajukan KPU Kota Serang, kata dia, terlalu kecil. Sehingga, tidak ada peserta yang mengajukan penawaran. “Untuk Kota Serang itu kemarin dikembalikan, karena uangnya kurang, enggak ada yang nawar. Pagu sekitar Rp 500 sampai 600 juta. Maunya di tiga TV nasional, ya enggak dapet. Makanya kami kembalikan, coba cek lagi,” katanya.

Dia mengatakan, KPU Kota Serang diminta untuk merasionalisasi pagu anggaran yang diajukan. Menurut pengalamannya di Pilkada Banten 2017, penayangan debat kandidat di televisi nasional membutuhkan biaya besar. “Uangnya cuma segitu, minta pada waktu prime time. Prime time itu kan antara pukul 19.00 sampai pukul 21.00, gak cukup,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut dia, KPU Kota Serang belum menyerahkan kembali revisi pagu anggaran kepada ULP KPU Provinsi Banten. “Kita minta minta rasionalkan biayanya, karena kalaupun kita pasang itu kita umumkan di LPSE kaga ada yang nawar nanti, setahu saya belum (diserahkan kembali) masih dibahas-bahas,” katanya.

Ia meminta agar revisi pagu anggaran segera diserahkan ke ULP KPU Provinsi Banten, mengingat waktu debat harus dilaksanakan dalam kurun masa kampanye. “Secepatnya, karena harus dimasa kampanye. Sekarang sampai 24 Juni. (Lelang) belum ditayangkan (di LPSE KPU RI), karena begitu masuk permohonan saya suruh kasubag umum (KPU Kota Serang) untuk dibahas lagi,” ujarnya. (SN)*


Sekilas Info

Pencopotan Pejabat Pemprov Banten, Fitron: Ada Sanksi yang Lebih Manusiawi

SERANG, (KB).- Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan meminta Gubernur Banten Wahidin Halim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *