Pilkada Kota Serang 2018: Calon Wali Kota Belum Lengkapi Persyaratan

SERANG, (KB).- Pasangan bakal calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, belum melengkapi persyaratan. Keterangan yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, dokumen persyaratan yang diserahkan empat pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang ke KPU, kurang lengkap, sehingga harus diperbaiki. KPU memberi kesempatan kepada keempat pasangan balon wali kota dan wakil wali kota tersebut untuk memperbaiki dokumen tersebut hingga 20 Januari 2018.

Adapun dokumen persyaratan calon yang kurang dari setiap pasangan balon wali kota beragam. Di antaranya pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Samsul Hidayat dan Rohman belum menyerahkan surat keterangan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan keduanya sedang dalam proses. Pasangan yang mengusung slogan “Buya” ini juga belum menyerahkan surat keterangan bahwa pengajuan pengunduran diri Samsul Hidayat dari ASN sedang diproses BPKPSM Kota Serang.

Pasangan balon wali kota dan wakil wali kota Samsul Hidayat dan Rohman

Begitupun dengan pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Usuludin, keduanya belum menyerahkan surat keterangan dari KPK bahwa LHKPN yang diajukan keduanya sedang dalam proses. Pabaslon berslogan Aje Kendor ini juga belum menyerahkan surat keterangan bahwa pengajuan pengunduran diri Syafrudin dari ASN dan Subadri Usuludin dari Anggota DRPD Kota Serang sedang diproses oleh instasi terkait.

Pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Usuludin.

Kemudian, untuk pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Vera Nurlaela-Nurhasan hanya belum menyerahkan surat keterangan dari KPK bahwa LHKPN yang sudah diajukan keduanya sedang dalam proses.

Pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Vera Nurlaela-Nurhasan.

Sementara, untuk pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Agus Irawan dan Syamsul Bahri, berkas yang belum dilampirkan antara lain, surat keterangan pajak bahwa SPT lima tahun terakhir sedang diproses, surat keterangan tidak memiliki tunggakan pajak, dan surat keterangan dari KPK bahwa LHKPN yang sudah diajukan keduanya sedang dalam proses.

Pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Agus Irawan dan Syamsul Bahri

Bersamaan dengan perbaikan dokumen persyaratan calon, pasangan jalur perseorangan ini juga harus kembali menyerahkan syarat dukungan sebanyak 58.464 kartu tanda penduduk (KTP).  “Karena kedua syarat dukungan keduanya (yang diserahkan saat penyerahan syarat dukungan calon jalur perseroangan) dinyatakan BMS (Belum Memenuhi Syarat),” kata Komisioner KPU Kota Serang, Fierly MM seusai Rapat Pleno Terbuka KPU Kota Serang tentang Penyerahan Hasil Penelitian Dokumen Persyaratan Calon dan Pencalonan dalam Pilkada Kota Serang, di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Rabu (17/1/2018).

Waktu penyerahan syarat dukungan yang diberikan kepada Agus Irawan dan Syamsul Bahri sama dengan waktu perbaikan dokumen persyaratan calon, yakni dari 18-20 Januari 2018. Setelah syarat dukungan tersebut masuk, KPU Kota Serang akan kembali melakukan verifikasi. “Verifikasi faktualnya akan berbeda dengan verifikasi faktual saat penyerahan syarat dukungan pertama. Sistem yaitu verifikasi faktual kolektif. Tim bakal calon mengumpulkan pendukungan dan tim KPU akan datang memverifikasi,” katanya.

Terkait dokumen persyaratan calon, kata dia, hal tersebut sangat penting dipenuhi oleh seluruh pasangan balon wali kota dan wakil wali kota. Karena akan berpengaruh terhadap keberlanjutan pencalonan dalam Pilkada Kota Serang.  “Masa penelitian dokumen sampai 27 Januari 2018, jika sampai dokumen perbaikan tidak ada, atau tidak asli, nanti eksekusinya 12 Februari 2018, bisa MS (Memenuhi Syarat), bisa BMS (Belum Memenuhi Syarat),” ucapnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Serang, Rudi Hartono mengatakan, secara umum dokumen syarat calon diserahkan tidak bermasalah. “Kami sampai melakukan verifikasi faktual terkait ijazah, hasilnya tidak ada ijazah yang diragukan,” ucap Rudi. (SN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here