Rabu, 20 Juni 2018
Tiga pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang menunjukkan nomor urut usai melakukan pengundian saat Rapat Pleno Pengundian dan Penetapan Nomor Urut yang digelar KPU Kota Serang di Hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa (13/2/2018).*

Pilkada Kota Serang 2018: 3 Pasangan Dapat Nomor Urut, ”Perang” Terbuka Dimulai

SERANG, (KB).- Sebanyak tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang telah resmi memperoleh nomor urut, melalui proses pengundian peserta Pilkada Kota Serang 2018 yang dilaksanakan KPU Kota Serang, di Hotel Le Dian, Selasa (13/2/2018). Pemberian nomor urut pasangan calon itu, sekaligus menandai dimulainya kampanye atau ”perang” terbuka dalam berburu pemilih terbanyak.

Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin mengatakan, setelah pengundian nomor urut, ketiga pasangan tersebut sudah dapat melakukan kampanye. “Masing-masing kampanye harus menyerahkan desain. Tentu kami berharap kampanye dilaksanakan dengan cara yang baik untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam pengundian itu, pasangan Vera Nurlaela-Nurhasan mendapatkan nomor urut 1, pasangan Samsul Hidayat-Rohman nomor urut 2, dan pasangan Syafrudin-Subadri Usuludin mendapat nomor urut 3. Pengundian nomor urut ini turut disaksikan para tim dan pendukung pasangan calon, pimpinan partai politik pengusung dan pendukung, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Berdasarkan pantauan, pengundian nomor urut juga mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Para tim dan pendukung pasangan calon juga dibatasi untuk masuk ke ruangan tempat berlangsungnya acara pengundian tersebut. Selain membatasi para pendukung pasangan calon untuk masuk mengikuti pengundian, polisi juga mengecek setiap yang akan masuk ke ruangan tempat pengundian berlangsung.

Tamu undangan dan panitia dipastikan tidak membawa senjata tajam atau barang berbahaya lainnya. Saat pengundian berlangsung, pasangan Samsul Hidayat-Rohman diberikan kesempatan mengambil nomor urut lebih awal. Selanjutnya pasangan Syafrudin-Subadri Usuludin dan terakhir Vera Nurlaela-Nurhasan.

Calon wali kota nomor urut 1, Vera Nurlaela merasa beruntung mendapatkan nomor urut 1. Nomor tersebut dianggap nomor yang sesuai dengan harapan dirinya beserta tim pemenangan. “Kami tidak pernah tahu nomor berapa yang kami dapatkan, tapi alhamdulillah kami mendapatkan nomor urut sesuai dengan harapan kami,” ujarnya.

Calon wali kota nomor urut 2, Samsul Hidayat berharap, kondusivitas Pilkada Kota Serang dapat berjalan sampai akhir tahapan. “Kami siap mengikuti rangkaian Pilkada Kota Serang dengan sehat, etis dan sportif. Kami berharap pilkada menghasilkan output pemimpin yang bersih, unggul, yakni dan amanah. Membawa Kota Serang menjadi jauh lebih baik dari sekarang ini,” ucapnya.

Calon wali kota nomor urut 3, Syafrudin juga berharap, Pilkada Kota Serang berjalan dengan lancar dan tidak ada hal-hal yang mengganggu. “Sehingga 27 Juni nanti berjalan lancar. Mudah-mudahan nomor 3 menjadi sejarah buat Kota Serang. Kami mengapresiasi kinerja KPU yang telah berupaya menjalankan Pilkada Kota Serang,” tuturnya.

Walpri

Pascapenetapan nomor urut pasangan calon Pilkada Kota Serang, setiap calon mendapat ajudan dan pengawal pribadi (walpri) dari kepolisian. Jumlahnya satu calon mendapat satu ajudan dan tiga orang walpri. Seluruhnya bertugas sampai pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang terpilih. “Mereka bertugas memberikan pengamanan dan pelayanan kepada para calon yang kita ketahui mulai hari ini mereka sudah boleh melakukan kegiatan kampanye,” katanya.

Walpri yang ditunjuk berasal dari berbagai kesatuan kepolisian di Banten, seperti dari Satuan Brimob Polda Banten, Direktorat Sabhara dan Polres Serang Kota. “Ini tugas khusus. Mereka (walpri dan ajudan) dibebaskan dari tugas rutin, dan untuk perekrutan telah melalui tahapan seleksi psikologi, kesehatan, dan kemampuan lain yang dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Untirta, Leo Agustino mengatakan, secara politik nomor urut yang didapatkan oleh pasangan calon tidak berpengaruh terhadap upaya pemenangan. Buktinya, kata dia, partai pemenang Pemilu tahun 2014 bukan nomor urut 1.

“Tapi tim sukses akan menggunakan simbol-simbol tertentu untuk mempengaruhi persepsi pemilih, misalnya nomor urut 1 akan diidentikkan dengan bakal menjadi nomor 1 dalam Pilkada. No urut 2 bisa menggunakan jari dan tengah untuk membentuk huruf V yang berarti Victory atau kemenangan. Yang agak susah memang nomor urut 3, tapi semuanya bisa dibentuk,” tuturnya. (SN)***


Sekilas Info

Para Calon Anggota Legislatif Wajib Tahu Ini

SERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengganti Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 dengan Peraturan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *