Pilkada Kota Cilegon 2020, Syarat Dukungan Calon Independen Naik

CILEGON, (KB).- Syarat dukungan untuk calon wali kota yang akan maju dari jalur independen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2020 naik. Jika sebelumnya sarat dukungan hanya 5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Pada pilkada tahun depan naik menjadi 8,5 persen atau sekitar 24.600 dukungan.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon Irfan Alvi saat sosialisasi tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon 2020 di salah satu hotel Kota Cilegon, Rabu (16/10/2019).

”Syarat dukungan untuk calon independen pada pilkada naik sebesar 8,5 persen yang dulunya 5 persen atau diperkirakan mencapai 24.600 dukungan untuk persyaratan independen,” katanya.

Ia menuturkan, calon perseorangan yang akan maju pada pemilihan kepala daerah harus siap-siap menambah suara dukungannya untuk bisa mendaftarkan diri untuk maju pada pilkada di Kota Cilegon.

Meskipun belum ditetapkan adanya daftar pemilih tetap (DPT), dia mengasumsikan hasil penghitungan pada DPT pilpres sebesar 290.571 pemilih di Kota Cilegon. Ketentuan syarat tersebut, ujar dia, harus dipenuhi calon perseorangan, karena dalam aturan yang baru sesuai dengan aturan pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang terus direvisi.

“Jumlah tersebut kalau diperkirakan mencapai 8,5 persen, sekitar 24.600 dukungan untuk calon independen yang tersebar di 8 kecamatan. Belum ada aturan daerah mana yang tinggi atau harus dibagi rata, nanti ketahuan akan ada di tahapan verifikasi faktual,” ucapnya.

Pada formulir persyaratan independen BK1KWK akan berbeda dengan sebelumnya. Formulir tersebut, merupakan dukungan identitas dalam bentuk foto kopi kartu tanda penduduk elektronik.

“Kepada semua lapisan masyarakat yang barangkali pada Pilkada Cilegon 2020 akan mencalonkan atau memberikan dukungan kepada calon independen. Pada Pilkada 2020 nanti, formnya berbeda, yang dulu terpisah bentuk dukungan berupa foto kopi identitas, sekarang menjadi satu lembar dukungan,” tuturnya.

Untuk proses penyerahan dukungan independen, penyerahan dukungan tersebut lebih awal dibanding dengan jalur partai politik, sehingga bagi calon dari independen bisa mempersiapkan diri beserta timnya.

“Tahapan penyerahan dukungan untuk calon independen tersebut, adalah 11 Desember 2019-5 Maret 2020. Kami berharap, kepada semua pihak yang berniat maju melalui jalur perseorangan atau independen dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Cilegon, agar dapat terus memantau perkembangan pascaevaluasi aturan pada pilkada serentak di semester pertama ini,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Banten Mashudi yang hadir dalam acara tersebut, mengharapkan tidak ada calon tunggal pada Pilkada 2020 di Banten, meskipun melawan kotak kosong adalah konstitusional.

Di Banten, ujar dia, ada 4 daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020. “Fenomena calon tunggal kepala daerah, sehingga melawan kota kosong, biasanya terjadi, karena ada sistem borong partai. Calon tunggal ya konstitusional sih sebenarnya, calon tunggal itu lawan kotak kosong, bukan tidak ada lawan ya kotak kosong lawannya. Kami berharap, Cilegon tidak ada calon tunggal, paling tidak ada calon perseorangan dua atau tiga,” ucapnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here