Pilkada Kota Cilegon 2020: Reno Perlu Birokrat, Edi Pengusaha

CILEGON, (KB).- Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2020 telah dimulai, namun belum terlihat tanda-tanda bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang akan berpasangan.

Nama-nama kandidat Wali Kota Cilegon yang muncul belakangan ini diantaranya Ratu Ati Marliati, Helldy Agustian, Reno Yanuar, Awab, maupun Edi Ariadi yang berpotensi maju pada pilkada nanti, belum tampak akan berpasangan dengan tokoh mana pun.

Mereka diketahui sedang intens melakukan penjajakan. Baik melalui komunikasi politik antar partai, maupun langsung dengan kandidat. Namun sosok seperti apakah yang cocok untuk disandingkan dengan para kandidat tersebut.

Pengamat politik dari Untirta Suwaib Amirudin mengatakan, masing-masing kandidat membutuhkan pasangan spesifik. “Para kandidat butuh pasangan dengan karakteristik spesifik. Sehingga ideal untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kota Cilegon 2020,” katanya, Ahad (8/12/2019).

Ia menuturkan, Ratu Ati Marliati selaku kandidat dari Partai Golkar, membutuhkan seorang pendamping politikus murni. Mengingat Ratu Ati sebelum masuk ke dunia politik merupakan seorang birokrat.

“Karier ibu Ati itu dari dunia birokrasi, maka dia dalam aktifitas politik agak lemah. Tentunya beliau membutuhkan tokoh partai, agar bisa menyeimbangi hubungan eksekutif dengan legislatif nantinya,” ujarnya.

Tidak jauh berbeda dengan Ratu Ati, Helldy Agustian dan Awab pun membutuhkan seorang politikus murni. Helldy terbukti mumpuni memimpin Kantor Cabang Toyota Cilegon, sementara Awab belum pernah mencicipi dunia politik.

“Pak Helldy diluar struktur partai, dia seorang pengusaha. Maka Pak Helldy secara managerial di perusahaan sudah bagus, ia butuh pendamping seorang politikus. Kalau untuk Pak Awab, itu sangat jelas. Dia betul-betul butuh pasangan politikus karena tidak punya pengalaman di dunia politik,” tuturnya.

Cukup berbeda dengan kandidat Wali Kota Cilegon Reno Yanuar. Suwaib mengatakan jika Ketua DPC PDIP Kota Cilegon ini sudah matang dibidang politik.

“Kalau Pak Reno butuh pendamping dari birokrat. Sebab dia sudah malang melintang di dunia politik, jadi butuh seseorang pendamping mantan kepala dinas. Cukup sulit kalau politikus tidak berpasangan dengan orang birokrat,” ucapnya.

Untuk pendamping Edi Ariadi yang ideal, menurut Suwaib adalah seorang pengusaha. Sebab Edi sebagai tokoh yang berangkat dari karier birokrat dan mencicipi dunia politik sebagai pemimpin daerah dua periode, butuh sosok yang menguasai dunia industri.

“Kalau Pak Edi maju, dia sudah lengkap untuk keilmuan birokrasi dan politiknya. Maka itu, Pak Edi harus mencari tokoh yang mampu menguasai persoalan industri. Ia butuh pengusaha walaupun tidak masuk dalam struktur partai,” katanya.

Melihat dari kebutuhan para calon, maka Ratu Ati cukup potensial dipasangkan dengan sejumlah nama yang telah muncul pada kontestasi Pilkada Kota Cilegon 2020. Sebut saja Erick Rebiin dari Partai Nasdem, Dede Rohana dari PAN, atau Fathurohmi dan Syihabudin Sidik dari Partai Gerindra.

Bahkan Ratu Ati dan Reno Yanuar terbilang cocok satu sama lain. Sayangnya kedua tokoh tersebut sama-sama diusung untuk menjadi Wali Kota Cilegon.

Sama halnya Ratu Ati dengan Helldy Agustian dan Awab, keduanya dapat berpasangan dengan para politikus tersebut. Namun Awab sendiri santer dikatakan akan berpasangan dengan Iye Iman Rohiman selaku politikus berlabel kader Partai Golkar non aktif.

Untuk Reno Yanuar, terdapat sejumlah opsi jika memang tertarik untuk berpasangan dengan mantan birokrat di pilkada nanti. Selain Ratu Ati yang sempat menjabat Kepala Bappeda Kota Cilegon, ia juga bisa maju bersama mantan Sekda Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis atau mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Muhtar Gozali.

Sementara Edi Ariadi, ia bisa berpasangan dengan sejumlah politikus yang juga aktif di bidang usaha. Sebut saja Dede Rohana, Edison Sitorus serta Alawi Mahmudi dari Partai Amanat Nasional (PAN), ada pula nama Malim Hander Joni dari kalangan industri Ciwandan yang beberapa pekan lalu melamar ke Partai PAN.

Terkait hal ini, Ratu Ati Marliati beberapa waktu lalu pernah mengatakan sejumlah kriteria terkait pendampingnya nanti. Diantaranya harus memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam membawa Kota Cilegon menuju lebih baik.

“Saya tidak membatasi siapa calon wakil nanti. Asal dia punya kapsitas dan kapabilitas serta punya misi yang sama dengan saya. Terpenting, harus berdasarkan mekanisme partai,” ujarnya.

Sementara Helldy Agustian mengaku memang mencari sosok politikus. Menurut Helldy, pasangannya nanti akan muncul dari hasil kesepakatan dengan partai yang akan berkoalisi dengan partainya.

“Saat ini Partai Berkarya masih fokus untuk penjajakan koalisi. Nah, setelah koalisi tercapai maka akan munculah nama siapa pasangan pilkada nanti,” tuturnya.

Helldy pun santer akan berpasangan dengan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengingat adanya kemesraan antara kedua partai di tingkat pusat. Di sisi lain, DPD PKS Cilegon tengah melakukan survey internal untuk kepentingan pilkada, dimana Nurrotul Uyyun, Abdul Ghoffar, serta Irfan Maulidi. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here