Pilkada Kota Cilegon 2020, PKS dan Demokrat Diprediksi Berkoalisi

CILEGON, (KB).- Wakil Ketua Lembaga Kajian Publik Cilegon (LKPC) Juju Juhana memprediksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat berkoalisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2020.

Menurut dia, koalisi dua partai itu bisa terjadi, mengingat masing-masing pihak mempunyai kursi yang kurang dari persyaratan. Ia mengatakan, pesta demokrasi bertajuk pemilu serentak itu bakal terjadi kejutan apabila PKS dan Demokrat berkoalisi.

“PKS yang mampu memperoleh suara sekitar 14,6% pada pileg kemaren dianggap cukup kuat dalam mengusung kadernya untuk ikut berkontestasi.Sementara walau partai Demokrat meraih 2 kursi, akan tetapi pengurusnya yang ada di Kota Cilegon mampu hadir di tengah persaingan parpol lainnya. Ini menandakan kedua partai tersebut layak diperhitungkan, dan bisa menghadirkan kejutan,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (29/11/2019).

Menurut dia, mereka yang akan berkontestasi sudah harus bergerak jauh-jauh hari meskipun tahapan pemilu baru memasuki jadwal sosialisasi. Tanpa adanya eksistensi dan prestasi dari “track record” Parpol, sejumlah kandidat yang diusung oleh Parpol akan memiliki rintangan dalam memperoleh suara.

Sementara itu, sejumlah petinggi partai pada tingkat daerah secara kompak membantahnya. Ketua DPD PKS Kota Cilegon Abdul Gofar mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya belum ada pembicaraan, bahkan saat ini DPD PKS Cilegon tengah menggodok kader internal.

“Belum ada pembicaraan kea rah sana (koalisi-red), karena diinternal partai sendiri, kami sedang melakukan penggodokan kader internal yang Insya Allah akan maju pada konstelasi Pilkada Cilegon 2020 mendatang,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi sekaligus anggota DPRD dari Fraksi PKS Aam Amarulah. Ia mengaku terkejut dengan informasi tersebut. Namun lagi-lagi dirinya belum mengetahui arah koalisi partainya pada Pilkada 2020 mendatang.

“Baru tahu infonya nich, tapi sampai saat ini belum ada komunikasi politik apapun dengan partai lain.Kalau bicara kemungkinan koalisi itu pasti ada, karena PKS memperoleh 4 kursi dan syarat keikutsertaan pada Pilkada itu 4 kursi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Cilegon Rahmatulloh membantah apabila Demokrat telah menjalin kesepakatan dengan PKS untuk berkoalisi. Meski demikian,kata dia, pihaknya tetap akan berkoalisi dengan siapapun.

“Belum ada pembicaraan ke arah sana,karena saat ini kami tengah menggelar penjaringan. Terkait dengan komunikasi, semua partai juga telah kami jalin komunikasi. Untuk arah koalisi, kami belum menentukan,” ucapnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here