Pilkada Kabupaten Tangerang 2018: KPU Tetapkan Zaki-Romli Paslon Terpilih

TANGERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menetapkan Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli sebagai pasangan calon (paslon) terpilih dalam pilkada kabupaten Tangerang 2018, Selasa (24/7/2018). Ahmed Zaki-Mad Romli terpilih sebagai bupati-wakil bupati kabupaten Tangerang periode 2018-2023.

Keduanya ditetapkan melalui SK KPU Kabupaten Tangerang nomor 143/HK.03.1-KPTS/3603/KPU-Kab/VII/2018. Keputusan lembaga penyelenggara pemilu ini diteken pada sidang pleno yang digelar di hotel Aryadhuta Karawaci. Seperti diketahui peserta pilkada Kabupaten Tangerang diikuti pasangan Zaki-Romli dan kotak kosong.

Berdasarkan rekapitulasi suara, KPU setempat memastikan paslon Zaki-Romli meraih 941.804 suara atau 83,72%, sedangkan kotak kosong memperoleh 183.095  dukungan atau 16,28%. Sesuai DPT jumlah warga yg berhak pilih sendiri tercatat 1.843.188 orang dengan 4513 TPS yang tersebar di 274 desa/kelurahan. Tingkat partisipasi pada hajatan demokrasi kali ini hanya mencapai 61,50%, lebih rendah dibanding target KPU yang mematok angka 70%.

Ketua KPU, Ali Zaenal Abidin, mengakui meski penyelenggaraan berlangsung lancar, pilkada kabupaten Tangerang 2018 diwarnai pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 08 Desa Sidoko Kecamatan  Gunung Kaler karena terdapat dugaan oknum warga yang mencoblos lebih dari 1 surat suara. “Memang terjadi PSU di TPS ini, namun secara umum berlangsung lancar,” jelas Ali.

Ketua Panwaslu kabupaten Tangerang, Muslik, memberikan catatan sebagai hasil pengawasan pilkada lembaganya. Menurut dia, kendati tidak terjadi gangguan terhadap serangkaian tahapan pilkada, pihaknya menemukan masih adanya tindak pelanggaran oleh penyelenggara ad hoc di tingkat bawah.

“Dari kasus TPS 08 Sidoko menunjukkan perlunya pembinaan kepatuhan penyelenggara di desa dan kelurahan atau TPS agar kasus serupa tidak terulang di pemilu mendatang,” paparnya.

Sekda Kabupaten Tangerang, Moch. Maesal Rasyid, selaku Ketua Desk Pilkada pemkab, menilai pesta demokrasi memilih pimpinan daerah tahun ini memperlihatkan peningkatan kesadaran partasipasi pembangunan politik di kalangan masyarakat.

“Ini terlihat dari angka partisipasi yang cenderung naik. Pada Pilkada 2012 partisipasi hanya  57%, kemudian di Pilgub Banten 2017 ada peningkatan hingga 59%, dan pilkada 2018 naik sebesar 2,5% dibanding perhelatan demokrasi sebelumnya,” ujar Rudi, sapaan pejabat ini.

Sementara bagi Zaki legitimasi rakyat yang diperolehnya di pilkada kabupaten Tangerang 2018, merupakan amanat baginya untuk merealisasikan visi misi maupun program seperti yang disampaikan di kampanye.

“Saya bersama Pak Haji Romli memiliki garapan untuk lebih memajukan pembanguan wilayah dan kesejahteraan rakyat, antara lain melalui 15 program unggulan yang siap dilaksanakan dalam 5 tahun ke depan,” ujar Zaki. (JK/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here