Kamis, 21 Juni 2018

Pilkada Kabupaten Tangerang 2018: KPU Targetkan Pemilih Capai 80%

TANGERANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada yang dihelat pada 27 Juni 2018 mendatang sebesar 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu disampaikan Ketua KPU Kabupaten Tangerang Akhmad Jamaludin, Kamis (15/2/2018).

Dikatakan Jamaludin, pihaknya mengklaim mampu merealisasikan target sebesar 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat sebanyak 2 jutaan jiwa di daerah itu. Keyakinan itu dinilai logis, mengingat intensitas sosialisasi dari para komisioner dan anggota penyelenggara pemilu cukup tinggi dan massif. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam memilih calon pemimpinnya juga cukup luar biasa. ”Ya harapan kami target partisipasi pemilu di daerah ini bisa mencapai 80 persen,” ujar Jamaludin.

Ditambahkannya, sosialisasi Pilkada ini tak hanya menjadi tanggung jawab KPU, Pemerintah Daerah juga ikut berkewajiban membantu menyosialisasikan ke masyarakat. Itu merujuk pada UU Nomor 10/2016, tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1/2015, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1/2014, tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi UU.

Pasal 1, Ayat 3a, bahwa pemerintah daerah juga berkewajiban mengembangkan demokrasi di daerahnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka menggunakan hak pilihnya.
”Apalagi, partai politik juga punya tugas memberikan pendidikan politik. Kalau kita semuanya gerak maka dipastikan hasil Pilkada akan maksimal,” katanya.

Jamaludin menegaskan, pihaknya mengimbau masyarakat selaku pemilik hak suara agar memilih calon kepala daerah sesuai dengan hati nuraninya. ”Pilih pemimpin jangan karena uang, tapi berdasarkan hati nurani tanpa paksaan dari pihak manapun. Masyarakat punya kedaulatan sangat tinggi untuk memilih dan menentukan calon pemimpinnya. Oleh karenanya, saya berharap masyarakat datang dan salurkan hak suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di masing-masing lingkungannya,” ucapnya.

Terpisah pihak Polresta Tangerang menyiapkan layanan Penegakan Hukum Terpadu Elektronik (e-Gakkumdu). Langkah itu sebagai upaya mengantisipasi munculnya politik uang di Pilkada Kabupaten Tangerang 2018. ”Ya, e-Gakkumdu ini untuk mengantisipasi kemungkinan kecurangan yang dilakukan Pasangan calon (Paslon) dan tim suksesnya,” tutur Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Sabilul Alif, Jumat (16/2/2018).

Sabilul mengatakan, nantinya masyarakat dapat mengakses langsung e-Gakkumdu untuk melayangkan pengaduan atas temuan pelanggaran yang dilakukan Paslon maupun Timses. ”Nanti e-Gakkumdu ini akan kita sosialisasikan agar masyarakat paham melayangkan laporan lewat e-Gakkumdu,” katanya.

Sabilul menambahkan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap Paslon dan Timses yang kedapatan melakukan politik uang. ”Saya sampaikan, walaupun paslon hanya ada satu, secara kondisional politik uang tidak boleh dilakukan. Apabila memenuhi unsur politik uang, saya akan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. ”Untuk itu, Pak Zaki harus hati-hati, ini melewati hari-hari yang biasanya dilakukan Paslon dan timsesnya. Jika membuat acara jangan sampai diartikan melakukan politik uang,” ucapnya. (DA)***


Sekilas Info

Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Batu Ceper dapat Santunan

TANGERANG, (KB).- Jasa Raharja memberikan santunan kepada satu keluarga korban kecelakaan maut antara Mobil Avanza …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *