Pilkada Kabupaten Serang 2020: Hasil Survei RDI, Eki Baihaki Paling Populer

Wakil Direktur RDI Surya Anom saat memaparkan hasil surveinya kepada awak media di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (20/2/2020).*

SERANG, (KB).- Bakal calon Bupati Serang Eki Baihaki paling populer di kalangan masyarakat, berdasarkan hasil survei Rilis Data Indonesia (RDI). Menurut lembaga survei tersebut, elektabilitas Eki di atas Ratu Tatu Chasanah, bakal calon petahana pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Serang 2020.

Dalam survei yang dilaksanakan RDI selama periode 8 sampai 15 Februari tersebut ada 15 nama yang masuk penilaian berdasarkan riset awal yang muncul di media dan pernyataan parpol.

Berdasarkan hasil pemaparan Wakil Direktur RDI Surya Anom, popularitas bakal calon Bupati Serang yang tinggi antara lain Eki Baihaki sebesar 34,4 persen, kemudian Ratu Tatu Chasanah 21,4 persen, Ida Rosida Lutfi 19,6 persen, Wahyu Papat (6,4), Sofwan (2,8), Pandji Tirtayasa (2,6), Fahmi Hakim (2,4), Wahyu Megahita (2,4), Najib Hamas (2,2), Eko Susilo (2,0), TB Masduki (1,2), Nasrul Ulum (0,8), Mansur Barmawi (0,6), Masrori (0,6), dan Syamsul Rizal Jahidi (0,6).

Sedangkan elektabilitas atau keterpilihan bakal calon secara spontan atau terbuka diposisi atas antara lain Eki Baihaki 35,8 persen, Ratu Tatu Chasanah 27,6 persen, Ida Rosida Lutfi 17,8 persen, Sofwan 7,6 persen, Eko Susilo 4,2 persen, kemudian yang menjawab tidak tahu 2,4 persen dan rahasia 4,6 persen.

Sedangkan secara tertutup elektabilitas tertinggi masih diposisi Eki Baihaki yakni 30,8 persen, Ratu Tatu Chasanah 24,4 persen, Najib Hamas 9,4 persen dan Wahyu Papat dan Fahmi 5,8 persen. Sementara alasan responden memilih para tokoh sebagai bakal calon bupatinya pun beragam. Di antaranya karena alasan muda (34,2), Petahana (31,2), Bijaksana (15,8), Gagah (11,6), Putra daerah (4,8) dan mantap (2,4).

Surya Anom nengatakan, survei ini secara real menggunakan metode sistem random sampling dengan margin eror 4,38 persen. Dalam survei ini ada 500 responden yang terdiri dari 58,4 persen laki-laki dan 41,6 persen perempuan yang diwawancarai secara tatap muka.

“Survei dilaksanakan dari mulai tanggal 8 sampai 15 Februari, ini merupakan survei awal dan tentu saja bisa berubah. Namun survei ini dapat dijadikan catatan penting bagi para pihak dalam menjelang pemilukada yang akan datang melihat peluang dan tantangan,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (20/2/2020).

Ia menuturkan, ada sebanyak 40 pertanyaan yang diajukan terhadap responden. Namun berkaitan dengan pemilukada ini presentasi 60,4 persen responden banyak yang tidak tahu dan yang tahu hanya 39,6 persen. Bahkan yang mengatakan belum memiliki jagoan 76,4 persen dan yang sudah hanya 23,6 persen.

“Tapi berkaitan pemilihan umum mereka justru akan memberikan partisipasi dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Disinggung mengenai Eki Baihaki yang unggul berdasarkan hasil survei, ia berasumsi bahwa figur ATN (Ahmad Taufik Nuriman) yang membuat Eki Baihaki unggul. Karena saat survei masyarakat banyak menanyakan figur ayahnya tersebut.

“Berkaitan dengan apa yang masyarakat lihat figur Pak ATN? Mungkin pembangunannya, kebijakannya selama beliau menjabat di Kabupaten Serang, itu kita dapatkan disebelah timur Kabupaten Serang, itu sangat signifikan,” ujarnya.

Ia menuturkan, dalam memberikan pertanyaan terhadap responden ada pertanyaan yang dilakukan tertutup dan terbuka dengan pertanyaan yang sama.

“Misalnya kita tanyakan kepada mereka seandainya pemilihan langsung dilaksanakan hari ini siapa calon bupati yang ibu bapak pilih, pertanyaan itu terbuka, tetapi kita berikan juga dalam bentuk tertutup yang sudah ada nama-namanya,” ucapnya.

Anom mengatakan, dalam survei ini pihaknya sengaja tidak memasangkan Ratu Tatu Chasanah dengan Eki Baihaki. Sebab melihat informasi di media dan pernyataan Paslon, keduanya justru akan menjadi kontestan dan rival di pilkada. Sehingga pihaknya ingin mengetahui tingkat popularitas keduanya.

Mengacu pada hasil survei, unsur angka yang membuat popularitas Ratu Tatu Chasanah berada di bawah Eki Baihaki ada beberapa aspek. Pertama karena Ratu Tatu Chasanah merupakan incumbent, dimana di satu sisi masyarakat merasa ada prestasi namun sisi lain melihat bukan prestasi dan ada ekspektasi yang tidak sampai di masyarakat sehingga cenderung tidak milih popularitas beliau.

Sementara posisi yang menempatkan Eki Baihaki lebih tinggi berdasarkan hasil survei karena muda dan mewakili milenial. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here