Pilkada Kabupaten Serang 2020 Diprediksi Ramai Penantang, Dua Poros Kekuatan Bisa Jadi Lawan Tatu

SERANG, (KB).- Pilkada Kabupaten Serang 2020 diprediksi ramai penantang. Selain Partai Golkar, dua partai politik (parpol) yang juga meraih suara signifikan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 berpotensi menjadi dua poros kekuatan baru yang akan menjadi calon lawan petahana Ratu Tatu Chasanah.

Pengamat Politik dari LIPI Lili Romli menuturkan, kekuatan tiga partai politik (parpol) tersebut berdasarkan perolehan suara pileg tingkat Kabupaten Serang termasuk berimbang. Golkar sebagai rumah bernaung Hj. Ratu Tatu Chasanah, tidak mendapatkan suara dominan.

“Perolehan suara di sana (Kabupaten Serang) kan Golkar enggak mendominasi, disaingi oleh Gerindra yang dapat tujuh kursi juga kan. Nasdem kan enam kursi, PKS juga lima, jadi kekuatan partai politik di sana yang kekuasaanya berimbang,” katanya, Senin (12/8/2019).

Lahirnya penantang Hj. Ratu Tatu Chasanah bisa dipicu oleh Pilkada Kota Serang yang saat itu Syafrudin-Subadri Usuludin mengalahkan Vera-Nurhasan, pasangan bagian dari keluarga Ratu Atut Chosiyah. “Saya kira pengalaman itu ketika Kota Serang, bahwa dari keluarga Ibu Atut itu juga bisa dikalahkan katanya,” ujarnya.

Partai yang kemungkinan besar menjadi pemimpin koalisi menantang Hj. Ratu Tatu Chasanah adalah Partai Gerindra. Mengingat, partai ini sudah secara eksplisit mengumumkan siap menantang. “Kemungkinan besar saya kira Gerindra bisa menantang,” ucapnya.

Terkait calon penantang yang masih belum terlihat meski tahapan Pilkada Kabupaten Serang akan segera dimulai, ia menilai partai masih menunggu. “Tapi yang sudah mengumumkan kan secara ekplisit dari Gerindra, yang diumumkan oleh Desmon (J Mahesa), bahwa mereka akan mengusung calon sendiri,” tuturnya.

Meski demikian, pria yang juga Ketua ICMI Orwil Banten ini menilai, kehadiran penantang Hj. Ratu Tatu Chasanah bergantung tiga poros partai politik tersebut. “Sebenarnya kekuatan itukan ada di tiga partai, Golkar, Gerindra sama Nasdem. Kalau tiga kekuatan itu bersatu bisa calon tunggal. Tetapi kalau mereka salah satu pecah, salah satunya bisa memimpin koalisi,” katanya.

Bagi petahana, keinginan munculnya calon tunggal akan lebih tinggi. Sebab, belajar dari Pilkada serentak sebelumnya calon tunggal hampir seluruhnya sukses memenangkan pilkada. “Memang kecuali di Makassar semuanya sukses itu. Untuk di Provinsi Banten semuanya sukses untuk calon tunggal,” ujarnya.

Ia melihat, kemungkinan calon tunggal di Kabupaten Serang sangat kecil, mengingat kekuatan tiga parpol tersebut yang cukup berimbang. “Nah jika calon dari Gerindra atau partai lain itu ngangkat isu yang bisa diusung menarik massa, bisa menjadi memang berat buat petahana. Oleh karena itu, petahana harus mampu mencari figur yang memberikan dukungan ke petahana,” ucapnya.

Figur ini juga dipertimbangkan wilayah di mana yang bersangkutan berasal. Jika Hj. Ratu Tatu Chasanah mewakili Serang Barat, maka pendamping harus dari Serang Timur. “Kekuatan Serang Timur kan yang penduduknya padat kan di sana Serang Timur. Serang Timur dan Serang Utara maka wakilnya hari dari sana,” katanya.

Diharapkan banyak calon

Terpisah, Ketua KPU Banten Wahyul Furqon menginginkan Pilkada serentak 2020 di empat kabupaten/kota diikuti oleh banyak calon. Dengan demikian, pilkada yang dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang akan berlangsung lebih dinamis. “Harapan kita sih semakin banyak yang daftar dinamikanya semakin bagus,” tuturnya.

Menurutnya, partai politik perlu mendorong kader untuk mencalonkan diri dalam Pilkada serentak 2020. “Harapan kita si yah, agar kaderisasi berjalan partai politik juga harus mendorong,” ujarnya.

Disinggung apakah KPU akan menyusun regulasi untuk membatasi koalisi demi menghindari calon tunggal, ia menjelaskan, sampai hari ini belum mengetahuinya. “Iya itu tadi kan kita mengikuti saja, apapun kebijakan KPU RI kita menjalankan. Kita belum tahu itu yah, pasti terkait dengan persoalan lain kemudian apakah ada arah kebijakan lain kita kan mengikuti,” ucapnya.

Ia meyakini Pilkada serentak 2020 di Banten akan berlangsung lebih dinamis dibanding Pilkada serentak daerah lain. Terkait kemudian siapa dan berapa calonnya ya kita lihat aja nanti prosesnya. Kalau Banten ya dinamis ya,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here