Pilkada Kabupaten Serang 2020: Belum Pastikan Wakil, Ratu Tatu Chasanah Diyakini Pakai Gerbong Besar

SERANG, (KB).- Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim meyakini bahwa bakal calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah akan berangkat memakai “gerbong” yang besar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang 2020.

Oleh karena itu, terkait bakal calon wakil yang akan mendampinginya harus dibicarakan dan disepakati bersama oleh semua partai pendukung.

“Saya mengapresiasi beberapa partai ingin mengonsolidasikan kadernya dengan ibu (Ratu Tatu Chasanah). Saya kira itu merupakan hak konstitusi masing-masing,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (23/2/2020).

Menurut dia, persoalan bakal calon wakil bupati yang akan mendampingi Ratu tatu Chasanah harus banyak yang dipertimbangkan dan memerlukan telaah dan kajian.

Pertama, perlu melihat hasil survei. Kedua, konsekuensi politik yang ada. Sebab, Ratu Tatu Chasanah dimungkinkan akan berangkat dengan gerbong besar.

“Tentu dengan gerbong besar berarti perlu disepakati wakil itu dengan seluruh parpol pendukung,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk masalah koalisi partai pengusung, saat ini Ratu Tatu Chasanah masih mengikuti mekanisme yang ada.

Beberapa di antaranya ada yang sudah di tingkat provinsi menuju Dewan Pimpinan Pusat (DPP), ada juga masih di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menuju provinsi. Namun, ada juga yang sudah turun dari DPP seperti PDIP.

“Jadi, ibu (Ratu Tatu Chasanah), ikut mekanisme itu, yang saya pastikan ibu ikut penjaringan semua partai,” ucapnya.

Disinggung mengenai adanya pertemuan dan koalisi empat partai, yakni Hanura, Berkarya, PKS, dan PAN belum lama ini, dia menuturkan, dalam pertemuan tersebut, ada komunikasi yang dibangun untuk berkonsolidasi.

Akan tetapi, dia masih meyakini, bahwa beberapa yang hadir di sana merupakan bagian yang sudah melakukan mekanisasi untuk mendukung Ratu Tatu Chasanah.

“Contohnya Hanura, kemarin kan kami sudah ke DPP. Berkarya juga rekomendasinya sudah ke kami. Saya kira itu sebuah konsolidasi politik. Tapi, saya masih meyakini, bahwa sahabat yang kemarin masuk (pertemuan empat partai) pun bagian kebersamaan dari incumbent,” tuturnya.

Ia tidak mau berprasangka buruk, sebab selama ini sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa ketua partai, DPD I, dan sudah juga ke tingkat DPP.

“Saya kira, justru kemarin itu menyamakan persepsi. Itu baik karena untuk mengonsolidasikan bagaimana mendukung incumbent,” katanya.

Ia tak mempermasalahkan jika dalam pertemuan tersebut, tak disebut perihal nama bakal calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Sebab, menurut dia, hal tersebut, adalah bagian dari strategi politik.

“Itu strategi politik tidak perlu bicara secara fulgar, strategi politik sah saja di taro di luar ujungnya masuk semua. Saya pastikan koalisi empat partai itu, di antara itu ada tiga yang sudah (koalisi). Kemarin saya diajak komunikasi, tapi kemarin saya di PDIP,” ujarnya.

Sementara, Bakal Calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah tidak mempermasalahkan adanya koalisi empat partai tersebut. Sebab menurut dia saat ini semua calon ditugaskan partainya masing masing untuk berkomunikasi dengan partai partai yang diajak jadi pengusung.

“Berkomunikasi dengan perorangan untuk mencari calon pendamping. Sekarang memang waktunya untuk mencari teman teman koalisi dan pendamping,” ujarnya, Jumat (21/2/2020). (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here