Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020, Nabil Jayabaya Siap Borong Parpol

PANDEGLANG, (KB).- Juru bicara bakal calon bupati Nabil Jayabaya, Agus R.Wisas menyatakan siap untuk melakukan strategi memborong partai politik menuju koalisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pandeglang 2020.

“Kita akan borong partai politik (parpol). Sebab, kalau hanya sekadar nyalon kita sudah punya Partai Demokrat dan PDIP, itu juga sudah cukup. Tetapi, kita akan memborong semua parpol, termasuk PKS dan kalau mereka membuka penjaringan kita akan daftar. Kami juga berharap banget bisa berkoalisi dengan Partai Golkar,” kata Agus kepada Kabar Banten, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Agus, bakal calon bupati Nabil akan terus menjalin komunikasi politik dengan semua parpol yang akan dijadikan pengusung calon bupati Nabil Jayabaya. “Kita terus melakukan lobi-lobi politik, karena Nabil pasti akan mencalonkan diri pada pilkada nanti. Kita saat ini konsen untuk mengajak semua partai bergabung,” tuturnya.

Terkait siapa nama pendamping Nabil, lanjut Agus, hal itu akan menyerahkan sepenuhnya kepada koalisi partai pengusung. “Setelah terbangun koalisi partai, baru kita serahkan wakilnya kepada keputusan koalisi partai. Karena, kalau kita bertarung harus menang,” ujarnya.

Agus menjelaskan, alasan fundamental keluarga Jayabaya maju di Pilkada Pandeglang tidak lain ingin mengabdikan diri untuk membangun Pandeglang. Karena, kata dia, publik melihat kondisi infrastruktur di Pandeglang masih kurang memuaskan masyarakat.

”Ada banyak tokoh masyarakat yang datang ke Jayabaya agar salah satu dari keluarga JB ikut dalam kontestasi Pilkada 2020. Kenapa kami ikut serta, karena kami melihat pembangunan di Pandeglang ini sangat buruk sekali, khususnya bidang infrastruktur. Kemudian banyak kasus- kasus dan kejadian-kejadian lainnya yang sebetulnya tidak perlu terjadi,” kata Agus.

Menurut dia, pembangunan yang buruk tidak berbanding lurus dengan bupati yang membeli mobil mewah. Oleh karena itu, keluarga JB terusik untuk membebaskan Pandeglang dari ketertinggalan pembangunan.

”Iya, keluarga JB juga asli Pandeglang. Paman saya juga ada di Pandeglang, keluarga saya juga, nenek kami ada di Pandeglang, jadi masih peduli terhadap masyarakat Pandeglang yang sekarang belum banyak merasa tersentuh pembangunan. Itulah yang membuat kami ikut dalam pilkada ini,” ucapnya.

Sementara itu dosen tetap Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum dan Sosial Unma Banten Eko Supriatno mengatakan, dengan aksi borong partai itu memang hal biasa, namun itu memang jagonya sebuah trah JB.

“Kalau kita lihat JB punya Demokrat dan PDIP, bahkan Gerindra sinyalnya ke JB. Trah Dimyati punya PKS. Tetapi berbicara hari ini, tidak bisa terlepas dari peluang. Meskipun semua peluang sama, namun siapa yang bisa memanfaatkan situasi pada saat ini itu kemungkinan yang bisa menang,” tuturnya.

Menurut dia, pasangan bakal calon Pandeglang 1 (calon bupati) saat ini masih fokus dan saling memantapkan diri siapa dengan siapa. Sehingga di menit terakhir, aksi borong partai tampaknya akan dilakukan di antara dua trah tersebut.

“Sejauh trah JB komitmen dan serius untuk memenangkan pertarungan dengan aksi borong partai, bisa memanfaatkan sumber daya yang ada, maka trah JB juga perlu diperhitungkan. Apalagi dia bisa memanfaatkan situasi, waktu dan kondisi saat ini,” tuturnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here