Pilkada 4 Kab/Kota di Banten Diprediksi Lebih Kompetitif

SERANG, (KB).- Pengamat Politik dari UIN SMH Banten Saeful Bahri memprediksi, pilkada empat kabupaten/kota di Banten tahun depan akan berlangsung lebih kompetitif. Pilkada yang akan berlangsung di Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan, berpeluang tidak akan melawan kotak kosong seperti terjadi pada banyak pilkada kabupaten/kota 2018.

Diketahui, pada 2018 ada empat daerah di Provinsi Banten menyelenggarakan Pilkada serentak, yakni Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak. Dari empat ini tiga di antaranya yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak calon tunggal sehingga calon yang ada melawan kotak kosong.

“Saya pikir pascapilpres ini pimpinan parpol pusat pun istilahnya akan lebih selektif lagi. Enggak akan cari aman seperti kemarin (Pilkada 2018). Kalau kemarin relatif cari aman. Menurut saya akan lebih kompetitif lah. Beberapa parpol akan lebih berani jika ada kandidat yang lebih prespektus,” katanya, Senin (10/6/2019).

Kandidat tersebut maksudnya kader parpol yang memiliki kualitas untuk bersaing dalam pilkada. Sebagai contoh Pilkada Kota Serang yang pada waktu itu pasangan Syafrudin-Subadri berani melawan keluarga petahan Vera-Nurhasan.

“Intinya kemenangan calon Wali Kota Serang menginspirasi beberapa tokoh masa depan yang memang dia punya rekam jejak, finansial dan dia sudah punya investasi politik,” ucapnya.

Adapun pilkada yang diprediksi lebih kompetitif yakni Kota Cilegon. Di daerah yang terkenal dengan sebutan kota baja ini banyak tokoh yang terlihat siap maju pada pilkada mendatang. Selanjutnya di Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan. Untuk Tangerang Selatan sendiri petahananya yakni Airin Rachmi Diany sudah tidak bisa mencalonkan diri kembali, karena sudah dua periode memimpin.

“Kalau Pandeglang kan terbukti kemenangan keluarga Dimyati di DPR RI, beda parpol tapi menguasai kursi menjadi salah bukti kepiawaian komunikasi politiknya pada publik. Sehingga periode keduanya, siapa pun wakilnya baik yang sekarang atau baru saya pikir masih agak berat melawan petahana,” ucapnya.

Koalisi pilpres

Disinggung apakah koalisi pilpres akan berpengaruh terhadap koalisi pilkada mendatang, ia membantahnya. Sebab, peta politik partai dalam pilpres dan pilkada akan berbeda.

“Pilkada enggak selalu dengan elite politik nasional, sudah terbukti. Bergantung kepentingan daerah masing-masing,” katanya.

Mantan anggota KPU Banten ini menilai, meski pilkada akan dilaksanakan tahun depan, para tokoh yang berminat maju harusnya sudah melakukan sosialisasi mulai saat ini. “Mendongkrak elektabilitas setidaknya menjadi sesuatu yang harus dilakukan,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here