Pilkada 2020: Parpol Pilih Usung Kader Internal, Koalisi Petahana Pecah

SERANG, (KB).- Partai politik (parpol) koalisi yang mengusung petahana di beberapa daerah di Banten yang menyelenggarakan pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) 2020, mulai retak. Bukan hanya koalisi Irna Narulita-Tanto Warban di Kabupaten Pandeglang, namun koalisi Sembilan parpol pengusung Iman Ariyadi-Edi Ariadi pada Pilkada 2015 juga terpecah. Penyebabnya, parpol memilih mengusung kader internal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, parpol koalisi pengusung Irna-Tanto (Intan) yang mulai terpecah yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Sedangkan untuk Partai Gerindra, sudah menyatakan sikap terang-terangan tidak akan mendukung kembali pasangan tersebut. Bukan hanya Partai Gerindra, Partai Demokrat juga memilih mengusung kader internal seperti Yoyon Sujana dan Iing Andri Supriadi. Begitu juga dengan PKB, yang dikabarkan akan mengusung kader internal yaitu Toni Fathoni Mukson dan PKS mengusung KH. Sadeli Karim. Termasuk Partai Hanura juga akan mengusung kader terbaik partai.

Kepentingan sudah tak sama

Kondisi yang hampir serupa juga terjadi di Kota Cilegon jelang Pilkada serentak 2020. Koalisi partai yang terbentuk pada pilkada sebelumnya, mulai tampak terpecah. Bahkan, koalisi-koalisi baru berpotensi terbentuk karena kepentingan partai tidak lagi sama.

Dalam Pilkada Cilegon 2015, Partai Golkar Kota Cilegon memboyong 9 parpol untuk mendukung pasangan Iman Ariyadi – Edi Aryadi. Ketika itu, pasangan Iman – Edi berhadapan dengan pasangan Sudarmana – Marfi Fahzan dari jalur independen.

Salah satu koalisi parpol Iman-Edi yang dipastikan keluar dan akan membentuk koalisi baru, adalah PDI Perjuangan. Alasannya, kepentingan partai berlambang banteng moncong putih berbeda dengan Pilkada Cilegon 2015.

“Berdasarkan keputusan partai, pada Pilkada Cilegon 2020 kan sepakat mengusung nama Reno Yanuar. Sehingga, dari partai koalisi nanti kan akan ada yang ikut gerbong kami, ada juga yang tidak. Sehingga koalisi lama tentu tidak akan terbentuk lagi,” ucap Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar saat dihubungi melalui telepon genggam, Rabu (26/6/2019).

Menurut Reno, partainya telah melakukan persiapan untuk menghadapi Pilkada 2020. Di antaranya, sosialisasi di 43 kelurahan di Kota Cilegon. “Dari seluruh kelurahan itu, 60 persen telah kami datangi. Hasilnya, kami telah menjaring harapan-harapan masyarakat, tokoh ulama, akademisi, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, partai pun telah melakukan komunikasi dengan partai lain. Hingga saat ini, partai-partai tersebut telah menyodorkan kader untuk dipasangkan dengan dirinya. “Ada 2 partai menyodorkan nama ke PDIP, untuk menjadi bakal calon Wali Kota Cilegon. Sementara, satu partai menyodorkan untuk bakal calon Wakil Wali Kota Cilegon,” tuturnya.

Sayangnya, Reno enggan membeberkan nama partai dan kader yang disodorkan kepada DPC PDIP Kota Cilegon. Menurut Reno, akan terus menjaring untuk kemudian diserahkan ke DPP PDIP. “Siapa nama-namanya, itu nanti saja. Pokoknya dari Citangkil dan Ciwandan. Nantinya, nama-nama itu akan disurvei oleh DPP PDIP Oktober nanti. Hasilnya, akan diumumkan dalam rakor antar partai,” ucapnya.

Sementara itu, Partai Golkar dan Partai Berkarya tampaknya mulai mesra menghadapi Pilkada Cilegon 2020. Sekretaris DPD Partai Golkar Cilegon Sutisna Abbas mengatakan, telah menjalin komunikasi dengan Partai Berkarya perihal pilkada nanti. “Beringin dengan beringin ini sedang menjalin komunikasi positif,” katanya.

Terkait keutuhan koalisi Pilkada Cilegon 2015, Sutisna mengatakan hal tersebut perlu dikomunikasikan kembali. Menurutnya, kehadiran Partai Berkarya di kursi legislatif membawa pengaruh besar pada koalisi baru. “Ini kan ada koalisi baru, jadi pengaruhnya ada. Untuk partai lain dalam hal koalisi, sifatnya cair lah. Saya yakin semuanya memiliki keinginan yang sama, yakni membangun Kota Cilegon menjadi lebih baik. Maka itu, akan dikomunikasikan kembali untuk kepentingan pilkada nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Berkarya Kota Cilegon Sabihis telah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai. Tidak hanya Partai Golkar, namun PKS pun disebut-sebut sedang didekati partainya. “Komunikasi baik telah kami jalin dengan PKS. Partai lain pun sedang kami dekati,” tuturnya.

Diketahui, Partai Berkarya berencana mengusung Ketua DPW Partai Berkarya Banten Helldy Agustian untuk maju di Pilkada Cilegon 2020. Terkait hal itu, Sabihis sedang menyurvei nama yang akan disandingkan dengan Helldy. “Misinya ada dua, yakni membentuk koalisi dan mencari nama untuk pendamping Helldy,” ucapnya.

Pada bagian lain, Ketua DPC PKS Kota Cilegon Abdul Ghoffar saat dikonfirmasi, membenarkan pernah menjalin komunikasi dengan Partai Berkarya. Namun ia membantah jika komunikasi tersebut berkaitan dengan Pilkada. “Kami memang pernah berkomunikasi, tapi bukan untuk Pilkada 2020. Itu tentang kepentingan legislatif nanti. Jadi perihal pilkada, belum ada komunikasi,” katanya.

Kepada Kabar Banten, Ghoffar mengatakan, kemungkinan terjalinnya kembali koalisi Pilkada Cilegon 2015 masih abu-abu. Karena, pihaknya harus menunggu instruksi dari DPP. “Kalau kami, segala keputusan harus sesuai instruksi DPP. Sementara sampai sekarang instruksi ini belum ada,” ujarnya. (IF/AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here