Senin, 20 Agustus 2018

Pilkada 2018: Calon Tunggal Terbanyak di Banten

JAKARTA, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menutup pendaftaran calon kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada 2018, Rabu (10/1/2018). Mengutip informasi dari laman KPU, Jumat (12/1/2018), Banten menyumbang calon tunggal terbanyak dari 13 daerah di Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2018.

Beberapa daerah dipastikan menggelar pilkada hanya dengan calon tunggal. Sebut saja Pilkada Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang di Banten, Pilkada Karanganyar di Jawa Tengah hingga di Prabumulih, Sumatera Selatan dipastikan hanya ada satu calon pemimpin daerah.

Salah satu pemicu terjadinya calon tunggal di dalam pilkada yang digelar serentak 2018 ini, di antaranya adalah persyaratan pencalonan kepala daerah yang dirasa sangat memberatkan. Salah satunya, aturan yang harus dipenuhi adalah persyaratan kepemilikan minimal 20 persen kursi di DPRD, dan presentase kepemilikan 20 persen dari total jumlah suara sah.

Belum lagi, adanya aturan yang mewajibkan anggota legislatif dan aparatur sipil negara harus mengundurkan diri jika ingin maju dalam pencalonan kepala daerah. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota tepatnya pada Bab VII Pendaftaran Calon Gubernur, Calon Bupati, dan Calon Wali Kota. Sehingga, beratnya UU Pemilu bisa menjadi pemicu fenomena munculnya calon tunggal.

Pengamat Politik dari UNS, Agus Riewanto menyebutkan, terkait syarat pencalonan, ada ketentuan kursi atau surat suara sah dari 15 persen menjadi 20 persen dirasa semakin memberatkan. Seharusnya, kata dia, ambang batas pencalonan atau threshold tidak terlalu besar, sehingga jumlah 20 persen itu terlalu besar.

“Kalau menggunakan mekanisme yang mudah dan memungkinkan, kompetisi itu sehat jika diturunkan menjadi 15 persen. 20 persen terlalu berat, harusnya diturunkan atau minimal sama seperti kemarin 15 persen. Dengan diturunkan threshold-nya secara otomatis memudahkan partai melakukan pencalonan dengan koalisi kecil. Saat ini kebanyakan yang terjadi adalah koalisi besar,” ucapnya dilansir Okezone, Jumat (12/1/2018).

Di Banten, Pilkada 2018 di tiga kabupaten/kota dipastikan calon tunggal atau melawan kotak kosong. Ketiga kabupaten kota itu adalah Kabupaten Tangerang yang hanya satu pasangan yaitu, Ahmed Zaki Iskandar dan Mad Romli, Pilkada Kota Tangerang dengan hanya satu pasangan yaitu Arif R Wismansyah- Sachrudin, dan Pilkada Lebak dengan satu pasangan yaitu Iti Octavia Jayabaya- Ade Sumardi.

Di Pilkada Kabupaten Tangerang, calon pasangan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar – Mad Romli mendaftarkan diri dalam putaran Pemilihan Bupati Tangerang periode 2018-2023 di Kantor KPU Kabupaten Tangerang, Rabu (10/1/2018).

Zaki yang merupakan petahana Bupati Tangerang mengaku, dirinya kembali mendaftarkan diri dalam Pilbup Tangerang periode 2018-2023 untuk melanjutkan beberapa program yang belum tercapai pada periode terdahulu. Pasangan Zaki-Romli pun tampil begitu percaya diri dalam Pilbup Tangerang 2018. Sebab, keduanya telah didukung oleh 12 partai politik sekaligus. Hal tersebut membuka peluang kotak kosong di Kabupaten Tangerang.

“Kepada 12 parpol yang telah memberikan dukungan, kami sangat berterima kasih dan kami akan meyakinkan kepada pemilih untuk memilih kami dalam Pilkada Kabupaten Tangerang,” kata Mad Romli yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Begitu juga dengan pasangan calon Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, yang mantap kembali menggandeng pasangannya pada periode sebelumnya, Sachrudin, dan mendaftarkan diri dalam putaran Pilwalkot Tangerang periode 2018-2023 di Kantor KPU Kota Tangerang, Rabu (10/1/2018).

Sebelumnya, Arief-Sachrudin sempat diisukan akan berpisah dalam Pilwalkot 2018. Namun, memasuki waktu-waktu akhir keduanya pun kembali mesra dan memutuskan untuk bersama membangun Kota Tangerang di periode kedua. “Awalnya kan Pak Sachrudin sempat akan pisah. Ini dinamika politik. Tapi, dari masyarakat, alim ulama semua yang dimintai pendapat menginginkan kami kembali membangun Kota Tangerang. Dengan bismillah akhirnya kita memutuskan kembali bersinergi untuk Kota Tangerang,” ujar Arief.

Arief-Sachrudin pun mantap mencalonkan diri dengan diusung oleh 10 parpol parlemen, dan didukung dua parpol nonparlemen. Sehingga totalnya menjadi 12 parpol. Kesepuluh parpol pengusung itu terdiri dari PDI Perjuangan, Hanura, PKB, PPP, Nasdem, Demokrat, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKS. Sedangkan parpol nonparlemen yang ikut mendukung yakni Partai Perindo, dan PSI. “Kalau masyarakat ingin kami kembali melanjutkan pembangunan di Kota Tangerang, saran-saran dan masukan masyarakat akan kami jadikan acuan penyusunan RPJMD ke depan,” kata Arief.

Meski hampir mendapat lawan dari calon perseorangan, Pilkada Lebak juga calon tunggal. Sebenarnya, ada dua bakal pasangan yang menyerahkan berkas pendaftaran yakni pasangan dari jalur parpol Iti Octavia-Ade Sumardi dan pasangan Cecep Sumarno-Didin Safrudin dari jalur perseorangan. Akan tetapi, berkas pencalonan dari jalur perseorangan dikembalikan karena tidak lengkap.

Sementara itu, pasangan petahana Iti Octavia-Ade Sumardi dinyatakan sudah lolos persyaratan pencalonan dengan memperoleh 50 kursi DPRD dari 11 partai politik pendukung.Iti-Ade berhasil memborong seluruh partai politik yakni Partai Demokrat, PDIP, Partai Golkar, PAN, PKB, PKS, Partai Hanura, Partai Nasdem, PPP, PKB, dan Partai Gerindra. (SJ/DA)***


Sekilas Info

Meriahnya Perayaan HUT RI di Kramatwatu

SERANG, (KB).- Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambut sukacitanya Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *