Pileg 2019, Rumah Sakit di Provinsi Banten Siap Tampung Caleg Stres

SERANG, (KB).- Sejumlah rumah sakit di Provinsi Banten sudah siap menampung calon legislatif (caleg) yang stres pasca-Pemilu serentak 2019.

Keterangan yang diperoleh Kabar Banten, rumah sakit yang siap menampung caleg pasca-Pemilu di antaranya Rumah Sakit Umum (RSU) Pemprov Banten. Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak juga siap menampung caleg yang mengalami depresi pasca-Pemilu 2019.

Diketahui, RSU Provinsi Banten memiliki seorang dokter spesialis kejiwaan yang bisa merawat pasien pengidap stres.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Banten Susi Badrayanti mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah menyediakan ruangan yang khusus untuk merawat pasien stres. Akan tetapi, pihaknya siap menampung jika pascaPemilu serentak 2019 nanti ada caleg yang stres dan membutuhkan pengobatan RSU Banten.

“Memang kalau mereka datang kemari kita sesuaikan saja dengan keadaannya, di ruang biasa, di ruang rawat inap biasa. Nanti bisa dikondisikan seperti itu. Akan kita terima, kita tidak boleh menolak pasien dan tidak pernah menolak pasien. Kami sesuaikan dengan kondisi rumah sakit,” katanya, Selasa (9/4/2019).

RSU Banten juga tidak memiliki ruang isolasi khusus untuk pasien pengidap stres. Akan tetapi, RSU Banten bisa mengalihfungsikan ruang isolasi penyakit menular untuk pasien stres, jika ruang isolasi tersebut sedang tidak digunakan.

“Sebenarnya bukan ruang isolasi khusus tapi akan kita sesuaikan dengan kebutuhannya, apabila ruang isolasi tidak ada pasien infeksi. Misalnya kalau orang tersebut stres memang mungkin kita taro di ruang isolasi. Ada empat, (bisa menampung) empat orang,” tuturnya.

RSU Banten telah beberapa kali merawat pasien pengidap stres. Misalnya pasien stres yang menjadi gelandangan. “Kita juga pernah merawat pasien tapi bukan kasus caleg. Misalnya gelandangan, mereka juga stres kan, sama saja mengganggu. Ruang perawatan kita sesuaikan tapi bukan khusus buat pasien stres,” tuturnya.

Jika pelayanan yang diberikan RSU Banten tidak memberikan dampak pada pasien stres, lanjut dia, maka pihaknya akan merujuk pasien tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta Barat.

”Di sana juga bisa menerima dengan kasus seperti ini, ya sudah kami rujuk ke sana. Mudah-mudahan tidak ada yang stres. Pesta demokrasi harusnya senang-senang bukannya harus stres,” ujarnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Banten Drajat Ahmad Putra mengatakan, RSU Banten memiliki seorang dokter spesialis kejiwaan untuk menangani pasien stres. ”Walaupun hanya seorang dokter jiwa, tapi saya rasa cukup karena tidak banyak pasien yang mengalami gangguan kejiwaan,” katanya.

Ia juga membenarkan, RSU Banten tidak memiliki ruang isolasi khusus untuk menangani pasien pengidap stres. ”Tapi ruang isolasi untuk penyakit menular khusus, insya Allah (caleg Pemilu serentak 2019) tidak (ada yang berakhir) stres, kalau perlu berobat ke RSUD (Banten) mangga,” ujarnya.

Rawat jalan

Menurut Drajat, pasien pengidap stres yang tidak mengalami gasuh gelisah cukup mengikuti rawat jalan. ”Kalau yang diisolasi itu yang gangguan jiwanya sudah lama atau sudah dalem (gaduh gelisah/ngamuk membahayakan orang lain atau dirinya),” katanya.

Sementara itu RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, siap memberikan rujukan kepada pasien caleg yang mengalami depresi atau gangguan kejiwaan pasca pelaksanaan Pemilu 2019. “Kita memang belum menyediakan ruang rawat inap bagi pasien depresi,” kata Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Budi Kuswandi.

Selama ini, RSUD Adjidarmo Rangkasbitung belum memiliki sarana dan prasarana untuk ruang perawatan khusus bagi pasien yang mengalami depresi. Kebanyakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan itu dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Sumber Waras Grogol Jakarta Barat atau Rumah Sakit Cilendek, Kota Bogor.

Sebab, rumah sakit tersebut khusus untuk penanganan kejiwaan. “Jika kami menerima pasien caleg yang mengalami depresi kemungkinan dirujuk ke rumah sakit itu,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman biasanya ada caleg yang mengalami depresi karena gagal menjadi anggota legislatif, waktunya setelah sepekan pemilu. Namun, RSUD Adjidarmo Rangkasbitung tidak memberikan rujukan ke rumah sakit lain, jika kondisi pasien mengalami gangguan kejiwaan ringan. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here