PII Banten Teken MoU dengan Untirta dan IP: Menjembatani PT, Industri dan Pemda

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Banten bersama Untirta dan PT Indonesia Power (IP) UJP 1 Suralaya melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Rektorat Untirta Kampus A, Pakupatan, Kota Serang, Selasa (15/8/2017). Penandatanganan nota kesepahaman tersebut untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidikan dan keprofesian mahasiswa dan lulusan Untirta.

Ketua PII Wilayah Banten, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ir. Eden Gunawan mengatakan, kerja sama ini sebagai amanat UU 11/14 tentang profesi keinsinyuran. Menurut dia, tugas profesi keinsinyuran merupakan tugas perguruan tinggi (PT), sedangkan PII menjadi jembatan dengan perusahaan juga termasuk pemerintah daerah. “Program-program perguruan tinggi bisa bersinergi dengan industri sehingga mampu menyerap tenaga teknisi,” ujarnya.

Menurut Eden, PII erat kaitannya dengan peningkatkan serta pengembangan kualitas pendidikan dan keprofesian demi memberikan sumbangan yang berarti dalam peningkatan dan pengembangan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia. “Kita ingin mengangkat SDM di Banten supaya lebih baik dan terhormat sehingga paling tidak mengurangi angka kemiskinan, pengangguran berkurang dan IPM meningkat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ruang lingkup nota kesepahaman ini di antaranya mencakup bidang pendidikan berupa penyelenggaraan kegiatan peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan pertukaran sumber daya manusia, bidang keprofesian berupa pembekalan kemampuan profesi di bidang keinsinyuran termasuk penyelenggaraan ujian sertifikasi profesi, pengembangan kapasitas, serta kegiatan lain yang disepakati kedua belah pihak. “Nanti setelah ini ditindaklanjuti kerja sama secara teknis. Kami membantu agar program-program perguruan tinggi dapat diaplikasikan di masyarakat, khususnya industri yang menyerap tenaga teknis,” ujar Eden.

Selain itu, tutur dia, terdapat visi misi perguruan tinggi yang akan dilaksanakan secara profesional, agar bentuk pengabdian kepada masyarakat akan terlaksana dengan baik. “Kami juga ingin mengangkat SDM yang ada di Banten supaya lebih baik dan lebih terhormat. Sehingga paling tidak tingkat kemiskinan berkurang dan IPM meningkat,” katanya.

Dia mengatakan, secara teknis PII akan memberikan pelatihan sertifikasi keahlian dan teknik. Sertifikasi tersebut yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan, sehingga menjadi kontribusi mengangkat grade perusahaan tersebut karena memiliki tenaga ahli asli dari Banten.
“Selain itu, PII juga akan membantu menyalurkan CSR kepada masyarakat, agar mereka dapat berdaya, bukan hanya 1 tahun atau 2 tahun saja,” ucapnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Indonesia Power UJP 1 Suralaya, Yusrizal Zaenudin mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberdayakan potensi-potensi tenaga profesional yang ada di Banten. Sebelum bersama pihak rektorat, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Fakultas Teknik. “Kami sudah mendahului bekerja sama dengan Fakultas Teknik, dan ini sudah berjalan,” tuturnya. “Ke depan memang kerja sama seperti ini harus terus ditingkatkan sebagai komitmen bersama,” katanya.

Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat mengatakan, keterlibatan organisasi profesi ini menjadi penting dalam memosisikan lulusan Untirta di posisi yang strategis. Kerja sama ini difokuskan untuk dua fakultas, yaitu Teknik dan Pertanian. “Kami ingin bisa melahirkan profesi-profesi insinyur dari Untirta, khususnya masyarakat asli Banten. Kami berharap lulusan sarjana teknik dan pertanian mendapat posisi yang strategis dalam dunia kerja dimasa mendatang,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya dituntut harus terbuka dengan kemajuan dan perkembangan dunia industri saat ini. Sehingga Untirta terbuka menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan di luar. Sholeh mengibaratkan, tidak ingin seperti pabrik kapal terbang membuat kapal selam. “Paling tidak dunia pendidikan mendekatkan diri dengan lingkungannya. Kerja sama ini juga mengokohkan Untirta,” katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya saat ini sedang memperjuangkan proses akreditasi di semua jurusan agar mendapatkan hasil yang maksimal atau Akreditasi ‘A’, sehingga hasil tersebut akan berdampak pada akreditasi lembaga. Ia menuturkan, Untirta memiliki program studi teknik dan ilmu pertanian, yang nantinya dapat menyelenggarakan pelatihan profesi. Maka PII Banten dalam hal ini akan membantu menjembatani dengan industri dan pemerintahan “Jadi kami merasa gembira bermitra dengan PII Banten, agar kedepannya Untirta bisa menyelenggarakan pendidikan profesi insinyur,” kata Sholeh. (Tresna Mulyanawati)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here