PI ISEI Resmikan Rehab Ruang Kelas SMAN 1 Cirinten dan MCK di Baduy

LEBAK, (KB).- Setelah dua minggu melakukan pekerjaan renovasi, Persatuan Isteri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PI ISEI) meresmikan tiga ruang kelas, ruang guru dan toilet di SMA Negeri 1 Cirenten, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirenten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (11/11/2019).

Selain melakukan renovasi ruang kelas, PI ISEI juga memberikan bantuan berupa dua unit komputer, printer, perlengkapan sekolah dan alat tulis bagi para siswa SMA Negeri 1 Cirinten. Serta kelengkapan meja dan bangku belajar serta lemari buku. Sebelumnya, ruang kelas tersebut tidak memiliki bangku dan meja belajar. Sehingga, para siswa terpaksa duduk di lantai beralaskan tikar.

Ketua PI ISEI Pusat Dina Widiawati mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa SMA Negeri 1 Cirinten. Sebelumnya, ia juga menjelaskan, ada beberapa sekolah yang akan diberikan bantuan. Namun, setelah proses seleksi bersama Yayasan Relawan Kampung Indonesia (YRKI) yang dirasa membutuhkan bantuan adalah SMA Negeri 1 Cirenten.

“Kami ini hanya kumpulan Ibu-Ibu Isteri Sarjana Ekonomi, kegiatan kami salah satunya bergerak dalam bidang sosial. SMAN 1 Cirinten ini yang benar-benar membutuhkan bantuan. Sebab, para siswanya sangat butuh ruang kelas dan peralatan meja serta kursi belajar. Sehingga kami memilih sekolah ini (Cirinten) untuk dilakukan perbaikan dan juga memberikan bantuan penunjang belajar siswa,” katanya.

SMA Negeri 1 Cirinten yang masih menginduk dengan SMA Negeri Leuwidamar ini juga hanya memiliki tiga ruang kelas. Terdiri dari kelas X, XI dan XII, dengan jumlah siswa sekitar 60 orang. Meski masih terbilang sedikit, pihaknya merasa tetap harus dibantu. Ini juga sebagai motivasi atau pemicu Pemerintah Daerah setempat untuk lebih memperhatikan pendidikan di Banten.

“Kami memang kerja sosial, membantu masyarakat untuk membangun sekolah ataupun jembatan. Seperti sekolah ini (Cirinten) yang memang hanya memiliki ruang kelas terbatas dan siswa yang cukup minim. Tentunya, dengan bantuan ini, kami harapkan kualitas pendidikan bagi anak bangsa dapat lebih merata, khususnya di Banten karena sangat dekat dengan Jakarta dan terletak di Pulau Jawa,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan renovasi ruang kelas, Ia juga menjelaskan, juga membangun dua unit MCK di Kadu Keteuk Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tujuannya tak jauh berbeda, yakni mendorong pemerintah untuk memperhatikan lokasi yang memang membutuhkan bantuan.

“Tentu kami melakukan kegiatan sosial ini tidak hanya untuk membantu saja. Akan tetapi, juga sebagai pancingan bagi pemerintah untuk turut membantu tempat atau lokasi yang memang membutuhkan. Apalagi, Baduy ini yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Namun kami tetap ingin membantu untuk kenyamanan pengunjung dengan membuatkan MCK yang disesuaikan dengan desain dan adat setempat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN Leuwidamar Bambang Wiratmo selaku kepala sekolah induk mengatakan, selama tujuh tahun berdiri belum ada bantuan dari pemerintah yang signifikan. Dengan adanya bantuan sosial tersebut, ia juga mengucap syukur dan berharap pemerintah setempat turut membantu pembangunannya.

“Tentunya puji syukur dan terima kasih kami ucapkan kepada PI ISEI yang telah memberikan bantuan untuk merenovasi sekolah ini. Kami berharap dari pemerintah daerah agar ke depan dapat lebih cepat memperhatikan sekolah kami. Sehingga mereka bisa belajar dengan nyaman dan aman,” katanya.

PI ISEI sendiri, telah menyalurkan bantuan renovasi dan pembangunan ruang kelas keenam sekolah yang ada di daerah di Indonesia termasuk Provinsi Banten. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah membangun jembatan di pelosok daerah yang terisolir. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here