PHRI Khawatir Dampak Gempa Berkepanjangan

Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten khawatir gempa yang berpusat di Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat (2/8/2019) akan berdampak panjang pada penurunan kunjungan wisatawan.

Sementara, saat ini kawasan wisata pantai di Banten, seperti di Kabupaten Serang dan lainnya dinilai masih aman untuk dikunjungi.

Kepala PHRI Provinsi Banten Ahmad Sari Alam mengatakan, peristiwa tsunami pada Desember 2018 lalu memengaruhi tingkat kunjungan ke wisata pantai. Kemudian, gempa kembali terjadi pekan lalu.

Hal tersebut, juga mengakibatkan banyak wisatawan membatalkan kunjungannya, sehingga dikhawatirkan tingkat kunjungan terus menurun.

“Sebenarnya kemarin (pascagempa Desember 2018) sempat ada peningkatan, walaupun tidak signifikan. Tetapi, terjadi kembali adanya gempa dan banyak tamu yang akhirnya membatalkan kunjungannya. Jadi, kunjungan semakin menurun,” katanya kepada wartawan, Jumat (9/8/2019).

Ia mengkhawatirkan, pekan ini kunjungan semakin menurun. Namun, pihaknya menekankan, bahwa hingga saat ini kondisi wisata pantai masih aman untuk dikunjungi saat liburan.

“Minggu ini sih memang masih belum normal kondisinya. Tapi, saya sih berharap, wisatawan tetap ada dan ditargetkan setelah 17 Agustus bisa ada kenaikan,” ujarnya.

Meski kondisi pesisir pantai atau kawasan wisata di Banten, Kabupaten Serang dan wilayah pantai lainnya dinilai masih aman untuk dikunjungi. Namun, menurut dia, kemungkinan akhir pekan ini kunjungan akan mengalami penurunan.

Sebab, banyak wisatawan yang masih khawatir maupun trauma dengan kondisi yang terus terjadi di kawasan pesisir pantai. Apalagi kemarin, tidak hanya terjadi gempa, namun juga disusul dengan mati listrik. Selain itu, gempanya berpotensi tsunami.

“Ini kejadiannya berturut-turut, jadi setelah gempa yang berpotensi tsunami itu disusul dengan mati listrik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut tentunya memerlukan waktu cukup lama untuk mengembalikan situasinya.

Sebab, hal tersebut terjadi, karena kondisi alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia, sehingga pihaknya tetap berupaya, agar kondisi kunjungan wisatawan ke wilayah pantai tetap ramai dan tidak ada penurunan tiap bulannya.

“Mudah-mudahan semua bisa pulih kembali. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama tentunya,” tuturnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here