PHRI Banten tak Menyerah Bangkitkan Pariwisata Banten

Ahmad Sari Alam, Ketua PHRI Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten menganggap wisatawan masih kurang berminat menginap di hotel di kawasan Anyer, Kabupaten Serang sampai Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang untuk libur Lebaran 1440 Hijriyah. Sebab, mereka masih trauma dengan bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua PHRI Banten Ahmad Sari Alam menuturkan, pihaknya tidak pernah menyerah berusaha membangkitkan pariwisata kawasan Anyer sampai Tanjung Lesung. “Jujur dalam bulan puasa masyarakat sekitar pariwisata objek wisata pantai masih terpuruk,” katanya kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Selama tarawih beberapa malam awal Ramadan ini masyarakat sekitar kawasan wisata tersebut selalu berdoa agar objek wisata Tanjung Lesung sampai Anyer bangkit menjelang Lebaran 1440 Hijriyah.

“Hasilnya bersama bisa pendapatan pariwisata naik, hasilnya masyarakat akan mendapat keuntungan, juga dari sisi ekonominya misal penangkapan ikan terserap, sayur mayur dan UKM, hasil kerajinan dan cendramata akan terserap, karena pariwisata bangkit,” ujarnya.

Saat ini hotel di Anyer sampai Tanjung Lesung sudah dalam kondisi baik dan siap menerima wisatawan untuk libur Lebaran 1440 Hijriah. Hotel anggota PHRI juga memberikan potongan dan meningkatkan fasilitas guna melayani wisatawan pada libur lebaran.

“Harga kamar memberikan discount dengan penambahan fasilitas, service, peningkatan kebersihan, menyenangkan wisatawan dan aman serta pengaturan lalu lintas dan jalan mulus dikoordinasikan pengawasan dari PU pemda sebelum menjelang H – 3,” ujarnya.

Dibalik usaha yang sudah dilakukan, ia mengaku, minat wisatawan untuk menginap di hotel yang terdampak tsunami masih kurang. Pesanan hotel untuk libur lebaran sampai saat ini masih di bawah 20 persen. “Sekarang rata-rata hotel pasang tarif 50 persen discount dari harga kamar,” ucapnya.

Ia belum mengetahui secara pasti apakah potongan harga tersebut akan berlaku pada libur Lebaran 1440 Hijriah. “Enggak pasti harga terjangkau, terletak manajemen masing-masing, PHRI tidak boleh ikut campur,” tuturnya.

Disinggung terkait prediksi keamanan pada libur Lebaran 1440 Hijriah, ia melihat kondisinya akan aman. “Karena BMKG kan sudah menurunkan status Gunung Krakatau dari awas jadi waspada, dan sudah pasang alat jika ada gempa menimbulkan tsunami bisa diketahui,” katanya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here