PHRI Banten Minta Pemprov Gencar Pulihkan Pariwisata

SERANG, (KB).-Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Banten berharap pemerintah provinsi (Pemprov) makin gencar melakukan pemulihan pariwisata di daerah yang terdampak bencana tsunami akhir 2018. Hal itu dinilai perlu dilakukan karena saat ini daerah pariwisata yang terdampak bencana tersebut belum pulih sepenuhnya.

Ketua Harian PHRI Provinsi Banten GS Ashok Kumar mengatakan, pasca tsunami belum ada yang menutup kerugian yang dialami pengusaha di kawasan wisata Anyer dan daerah wisata pantai lainnya. Untuk itu hal ini PHRI mengharapkan pemerintah bisa membuka rapat untuk bisa menjadikan satu tatanan dalam pemulihan daerah pariwisata yang terdampak tsunami. Dalam hal ini pemerintah juga harus lebih geliat lagi.

“Kami mengharapkan pemerintah membuka meeting dan eksebition. Peran Pemprov khususnya dinas pariwisata juga harus lebih giat untuk menyakinan Gubernur,” kata Ashok kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).

Ashok mengungkapkan, sebenarnya hingga saat ini kondisi di kawasan wisata Anyer dan sekitarnya belum pulih sepenuhnya. Namun sudah sebagian menunjukan perkembangan baik walaupun belum terlalu signifikan.

“Sebenarnya belum pulih sepenuhnya tapi sudah menunjukan green light atau perkembangan. Karyawan yang dirumahkan memang belum difungsikan (Sepenuhnya), hanya saja dipakai di weekand,” ujarnya.

Selain dirumahkan, dia menuturkan ada pula sebagian yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh managemen hotel. Namun untuk total karyawan yang terkena PHK dan dirumahkan pihaknya enggan menyebutkan. Hanya saja jumlahnya lebih banyak karyawan yang terpaksa dirumahkan dibandingkan PHK.

“Sehingga PHRI meminta Pemprov Banten agar membuka rapat terkait pembahasan penyelesaian persoalan tersebut,” katanya.

Dia meminta agar Pemprov Banten membuka rapat membahas rencana pemulihan kawasan wisata Anyer dan daerah pariwisata lain yang terdampak tsunami. Hal itu agar pengunjung yang mulai kembali mendatangi wisata pantai tidak hanya berkunjung tetapi juga menginap.

Sehingga karyawan yang dirumahkan dapat efektif bekerja. Rapat pembahasan itu dilakukan agar kondisinya betul-betul membaik. Artinya kunjungan wisatawan untuk menginap di hotel tetap ada di hari biasa. Saat ini wisatawan datang di hari libur hanya mengunjungi pantainya saja.

“Saat ini kan Sabtu-Minggu lebih banyaknya ke pantai saja. Sampai saat ini pemulihan belum dapat menutupi kerugian yang sudah dilalui,” tuturnya.

Dalam upaya pemulihan ini, menurut Ashok, upaya yang sudah dilakukan PHRI salah satunya melakukan terobosan dengan mempromosikan melalui online travel agent, branding media sosial dan lainnya. Selain itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang juga ikut membantu dengan diselenggarakannya berbagai event.

“Kabupaten juga telah membantu dengan melakukan event-event seperti MTQ maupun AKCF. Kami mengharapkan event itu bisa menghadirkan turis. Saat ini kan turisnya ga ada. Kalau ada turis kan lebih cepat,” ujarnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here