Minggu, 22 April 2018

Peziarah Memadati Makam Sultan Maulana Hasanuddin

LIBUR panjang pada Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan masyarakat untuk berkunjung ke Banten Lama. Di lokasi petilasan Sultan Maulana Hasanuddin tersebut, masyarakat berziarah serta melihat berbagai benda bersejarah yang ada di Kawasan Banten Lama.  Kunjungan wisatawan ke tempat penziarahan tersebut bukan hanya berasal dari wilayah Banten, melainkan juga luar Banten, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Bandung, bahkan dari Pulau Jawa.

Banten Lama, terletak di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Selama di kompleks makam keluarga sultan. Para peziarah yang mendoakan Sultan Maulana Hasanuddin atau ke makam-makam kompleks lain di masjid. Salah seorang pengelola Masjid Agung Banten dan Makam Sultan Maulana Hasanuddin, Endi mengatakan, Makam Keluarga Sultan Hasanudin berada di Kompleks Masjid Agung Banten Lama yang terletak 10 kilometer di sebelah utara Kota Serang. Bangunan masjid berusia ratusan tahun tersebut didirikan Sultan Maulana Hasanuddin dan hingga saat ini bangunan tersebut masih kokoh.

“Peziarah yang datang ke sini pastinya untuk berziarah berdoa dan bermunajat sama Allah SWT. Selain itu, juga mereka yang datang tidak hanya dari Banten saja, tapi juga dari luar Banten, juga jika ada yang punya hajat juga ingin berziarah. Tujuannya tentu kalau ingin meminta sesuatu tujukan hanya kepada Allah SWT. Di sini kami hanya menjembatani maksud dan tujuan peziarah untuk berdoa baik untuk yang sudah wafat dan bagi yang masih hidup untuk diberikan umur panjang,” katanya saat ditemui seusai mendampingi peziarah, Kamis (28/12/2017).

Ia menuturkan, ziarah sebagai kegiatan perjalanan spiritual. Tradisi Islam salah satu ciri khas dari kearifan lokal yang sudah berkembang sejak dahulu, dengan segala kemajemukan yang mewarnai dinamika kehidupan masyarakat. Ziarah untuk memetik sumber berkah dari orang-orang yang selama hidupnya dekat dengan Allah SWT.

“Ziarah tidak dilarang, asal niat dan tujuannya bukan untuk meminta sesuatu, melainkan agar memetik pelajaran. Peziarah dapat mengambil manfaat dengan mengingat mati dan orang yang mati. Dengan berziarah dapat mengingatkan manusia kepada akhirat dan memberi pelajaran berharga. Kami yang masih hidup tidak memiliki kuasa apapun, dengan melakukan ziarah ini tentu memberikan spiritual dalam memperkokoh iman kami, bahwa yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya,” ujarnya.

Warga Pamarayan, Kabupaten Serang, Dedi mengatakan, datang bersama anggota keluarga untuk berziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin dan makam-makam lainnya yang ada di Masjid Agung. Sebagai perjalanan spiritual dengan mengenang sejarah kesultanan di Banten. Selain itu, juga untuk memberikan pengetahuan kepada anggota keluarga yang lain tentang makam yang berada di Kompleks Masjid Agung tersebut. “Kedatangan kami ke sini tentu untuk berziarah dan untuk mengenang perjuangan serta memberikan doa bagi keluarga Sultan Maulana Hasanuddin. Selain itu, juga memohon kesehatan bagi kami dan keluarga,” tuturnya. (DE)***


Sekilas Info

Pagerbatu Layak Jadi Destinasi Wisata Alam

Kabupaten Pandeglang sebagai kota badak terkenal dengan beragam potensi wisata. Simbol badak cula satu logonya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *