Petugas Haji Diminta Perkuat Kesalehan Sosial

Pengurus FKAPHI Banten saat dilantik masa khidmat 2019/2024, di Wisma Haji KBIH Mulyajati Pandeglang, Kamis (2/1/2020).*

PANDEGLANG, (KB).- Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (FKAPHI) berharap petugas haji dapat memberikan pelayanan, pembinaan, perlindungan, ketahanan, dan kemandirian.

Dalam rangka menyukseskan haji setiap tahunnya, petugas haji juga diminta berperan serta dalam memperkuat kesalehan pribadi dan sosial melalui dakwah serta pendidikan dan beramal kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Identifikasi dan Pemetaan Masalah Haji Subdirektorat Advokasi Haji Direktorat Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Mahmudi Affan Rangkuti usai melantik Pengurus wilayah FKAPHI Banten masa khidmat 2019/2024, di Wisma Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Mulyajati Pandeglang, Kamis (2/1/2020).

“Adanya forum tersebut untuk menyebarluaskan pemahaman ibadah haji kepada jemaah, karena saat ini makna haji sudah melenceng jauh artinya lebih kepada wisata religi. Ada tiga pilar penyelenggaraan haji yakni pembinaan, pelayanan dan perlindungan jemaah,” kata Affan kepada Kabar Banten.

Selain itu, ia meminta jemaah usai melaksanakan ibadah haji untuk melakukan perubahan dan harus mampu memberikan kebaikan bagi masyarakat. Jemaah yang akan melakukan ibadah haji harus diniatkan untuk beribadah bukan untuk melancong.

“Pulangnya haji untuk melakukan perubahan, petugas haji merupakan pelayanan tamu Allah rugi kalau petugas hanya melayani jemaah saat berada di Arab Saudi. Tidak hanya di Arab Saudi melainkan memberikan pelayan kepada jemaah di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKAPHI Banten Deni Rusli mengatakan, setelah dilantik akan melakukan rapat kerja FKAPHI Banten, baik dalam program kerja selama satu tahun ke depan, nanti akan dilakukan dalam waktu dekat. Seluruh pengurus wilayah akan diundang untuk hadir dalam rapat kerja tersebut.

“Rapat kerja tersebut tentunya akan dikorelasi dengan program Pemerintah Kementerian Agama (Kemenag) pusat terkait manasik haji sepanjang tahun. Petugas haji ke depan seiring dengan tantangan dan permasalahan ibadah haji itu bervariasi klasik itu terkait usia jemaah haji yang sudah lanjut usia,” ucapnya.

Ia mengatakan, pendidikan berpengaruh kemudian lingkungan hidup juga berpengaruh, sehingga permasalahan ibadah haji itu tidak akan pernah berhenti tetapi maksimal dan optimal bisa ditangani oleh petugas haji.

“Pengurus dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. Tentu yang berorientasi kepada jemaah punya pengetahuan cukup tentang perhajian dan perumrahan. Sehingga jemaah haji yang berangkat ibadah haji tersebut menjadi jemaah haji yang mandiri dan memiliki ketahanan,” ucapnya. (DE/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here