Petugas di Puskesmas Dilengkapi APD, Pelayanan KB Ditengah Wabah Covid-19 Tetap Berjalan

SERANG, (KB).- Pelayanan program Keluarga Berencana (KB) di seluruh Puskesmas Kabupaten Serang tetap berjalan. Dalam pelayanan tersebut, petugas KB dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan mengedepankan protokol pencegahan Covid-19.

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Kesejahteraan, dan Ketahanan Keluarga pada Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang, Robiyatun Adawiyah mengatakan, untuk pelayanan KB momentum saat ini ditiadakan, sedangkan untuk pelayanan KB di Puskesmas tetap dilakukan, namun harus memakai kebijakan physical distancing di antara petugas dan akseptor.

“Akseptor pakai masker saat mau mengakses pelayanan KB. Kemudian, pemberi layanan, yakni bidan harus pakai APD lengkap untuk mencegah terinfeksi dari OTG (orang tanpa gejala). APD lengkap salah satunya diberikan face shield pada pemberi layanan, masker, dan baju hazmat penting dilakukan,” katanya.

Ia menuturkan, pelayanan KB di era Covid-19 ini menggunakan asas pelayanan reproduksi khusus di era wabah. Ada trik tertentu yang beda dengan masa biasa.

“Untuk era wabah kami tahu kebijakan pencegahan Covid-19, yakni jaga jarak, kemudian tentunya itu berlaku untuk pelayanan KB,” ujarnya.

Menurut dia, dua APD untuk satu Puskesmas sudah dinilai cukup. Sebab, untuk satu pelayanan KB hanya dilakukan satu orang bidan.

“Kami harapkan konsep pelayanan KB bisa dilakukan misal mencegah terjadinya drop out. Ketersediaan alat kontrasepsi terpenuhi baik implan, IUD, kondom, pil, dan suntik. MOW (medis operasi wanita), MOP (medis operasi pria) ditunda sesuai arahan pusat,” ucapnya.

Kepala DKBP3A Kabupaten Serang, Tarkul Wasyit mengatakan, DKBP3A mendapatkan bantuan APD berupa face shield dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten.

Bantuan disalurkan kepada petugas pelayanan KB di seluruh Puskesmas Kabupaten Serang. Saat ini yang mendapat bantuan APD ada 31 puskesmas. Masing-masing puskesmas akan mendapatkan dua APD.

“Ini APD khusus pelayanan KB berupa face shield. Ini bantuan dari BKKBN Provinsi Banten. Mudah-mudahan dengan ada APD pelayanan KB, jadi bisa berjalan, tapi tetap kedepankan protokol Covid-19,” tuturnya kepada Kabar Banten seusai menyerahkan APD pada puskesmas, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga : Cegah Covid-19, BKKBN Banten Hibahkan 10.000 APD Untuk Bidan Pengelola Pelayanan KB

Ia menuturkan, selama wabah Covid-19 ini keberadaan APD memang sangat dibutuhkan oleh pelayan KB di puskesmas. Selain itu, ketersediaan alat kontrasepsi juga sangat perlu untuk dipenuhi.

“Alat kontrasepsi sudah dipenuhi dan didistribusikan. Sekarang hanya kekurangan IUD, tapi sudah diajukan ke provinsi,” katanya.

Sebelum adanya wabah Covid-19, dalam sekali pelayanan terjadwal biasanya ada 50 orang yang dilayani. Namun, untuk saat ini pelayanan dibatasi jangan sampai 50 orang atau menimbulkan kerumunan.

“Kalau sampai ada 50 orang juga buat jadwal per jam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk tahun ini, pihaknya memiliki target capaian 10.000 metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Sejak Januari lalu pelayanan cukup baik, dalam sebulan mencapai 1.000 orang terlayani.

“Sekarang saja menurun, paling nanti di triwulan keempat pas berakhir Covid-19, kami adakan pelayanan momentum,” ucapnya.

Selain fokus pada pelayanan KB, pihaknya juga turut melakukan wawar ke tiap kecamatan. Tujuan wawar tersebut, untuk mengedukasi masyarakat.

“Yang kami sampaikan, yakni mengimbau kepada masyarakat di rumah saja, cuci tangan, PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), program KB silakan hubungi pos KB dan sub-pos KB,” katanya. (DN/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here