Petani Karet Keluhkan Harga Jual Karet Mentah

Seorang Petani Karet di Kabupaten Lebak mengumpulkan Karet Mentah yang hendak dijual.*

LEBAK, (KB).- Petani Karet di Kabupaten Lebak mengeluhkan harga jual karet kategori Kadar Karet Kering (K3) sebesar Rp 5.500 – Rp 6.000 per kilogram (kg).

“Murah pak, petani karet menjual hanya sebesar Rp 5.500 – Rp 6.000/kg untuk kategori kadar karet kering,” ujar Majudin, seorang petani sekaligus pengepul karet asal Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Kamis(14/11/2019).

Murahnya harga jual karet tersebut, kata dia, disebabkan ketergantungan terhadap pasar luar negeri. Padahal, jika mengacu pasaran dalam negeri, harga karet tersebut bisa lebih tinggi, karena diolah pabrik-pabrik ban terkemuka yang ada di dalam negeri.

“Tidak semua di ekspor keluar negeri, saya rasa karet-karet hasil petani juga harus ada yang diolah di pabrik-pabrik ban terkemuka dalam negeri,” kata Majudin.

Meski demikian, karena usaha nyadap (Ngiris) pohon karet merupakan mata pencahariannya sehari-hari, mau tak mau Majudin beserta petani yang lain tetap menjalankan aktifitasnya menyadap karet. Bahkan, untuk meraup rupiah lebih banyak lagi dari usaha karet, pihaknya mencari karet mentah keluar Kabupaten Lebak.

“Paling mensiasatinya dengan mencari karet mentah ke berbagai daerah di Banten dan Jawabarat,” ungkap Majudin.

Hal senada dikatakan Iskandar, seorang petani Karet asal Kecamatan Cileles. Ia mengatakan, harga bahan karet sangat mengkhawatirkan, bahkan tidak sebanding jika bahan karet tersebut sudah diolah menjadi ban.

“Tidak sebanding pokoknya, kita jual murah sekali. Tapi coba bayangkan, berapa harga ban mobil atau motor,” cetusnya. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here