Petani Desak Percepatan Normalisasi Situ Palayangan

LEBAK, (KB).- Sejumlah petani di Kecamatan Cimarga dan Kecamatan Kalanganyar mendesak agar pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Banten mempercepat penanganan normalisasi Situ Palayangan.

Alasannya, keberadaan situ tersebut sangat dibutuhkan petani untuk mengairi areal persawahan.

Salah seorang petani Ahmad mengatakan, sejak terjadi pendangkalan di Situ Palayangan, produktivitas padi petani menurun drastis. Dampaknya, hasil panen padi yang sebelumnya cukup memuaskan, saat ini turun drastis.

“Setelah Situ Palayangan tidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk areal persawahan di daerah kami, maka sawah kami pun menjadi sawah tadah hujan,” ujar Ahmad, Kamis (6/2/2020).

Di tempat yang sama, Dodi salah seorang warga Kampung Jahe, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga menambahkan, jika pendangkalan yang terjadi pada Situ Palayangan memang sangat berdampak besar kepada pemilik maupun petani padi.

Untuk itu, agar produktivitas areal persawahan di Cimarga kembali normal seperti dulu. Maka pihaknya mendesak agar BBWSC3 bisa mempercepat penanganan pendangkalannya.

“Situ Palayangan harus segera dinormalisasi,” ucapnya.

Kepala desa (Kader) Karya Jaya, Uripno mengaku, pihaknya memiliki keinginan untuk mengelola Situ Palayangan bersama 17 kepala desa di kecamatan setempat.

“Kalau semuanya kompak 17 desa di Cimarga kelola Situ Palayangan, pasti nuansa pariwisata di situ tersebut akan terlihat hidup,” tuturnya.

Menurut dia, jika dikelola secara bersama-sama tempat tersebut dapat diandalkan menjadi area wisata unggulan di Kecamatan Cimarga.

“Kalau mengenai dangkal dan kumuhnya area Situ Palayangan. Sebab, perawatannya tidak dilakukan secara inten. Coba kalau dirawat dan dikelola, tidak akan seperti ini kondisinya,” tuturnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here